// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM PENGUMPULAN SAMPAH MAKANAN PERDAGANGAN DAN JASA KOTA BANDUNG (STUDI KASUS KECAMATAN COBLONG)]]> 0416087701 - Siti Ainun , S.T., S.Psi, M.Sc Dosen Pembimbing 1 SANI TAJZIAFINA / 252017084 Penulis
Kota Bandung menghadapi peningkatan sampah makanan akibat pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa, kontribusi sektor kuliner dan belanja dalam investasi pariwisata di Kota Bandung sebesar 60%. Pengelolaan sampah belum optimal dengan sampah makanan mencapai 41,01% dari keseluruhan timbulan sampah, dimana sampah makanan sebagian besar berasal dari hotel, restoran, supermarket, dan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem kumpul yang akan diterapkan untuk fasilitas HOREKAPA di Kecamatan Coblong. Timbulan food waste fasilitas HOREKAPA di Kecamatan Coblong adalah 1.467,60 kg/hari. Metoda yang digunakan adalah metode nearest neighbor dalam penentuan wilayah pelayanan dan penetuan jarak, serta dalam perhitungan biaya kebutuhan BBM menggunakan metode PCI. Pada penelitian ini di terpilih dua wilayah pelayanan (WP) dari total 7 WP, dimana waktu pengumpulan dimulai pada pukul 05:30 WIB dengan total waktu maksimal yang dibutuhkan dalam perencanaan sistem kumpul adalah 1 jam 35 menit setiap kendaraan motor sampah. Jumlah Kebutuhan BBM serta biaya yang diperlukan untuk setiap WP adalah 1,92 liter/hari (Rp. 19.200,00) dan 4,37 liter/hari (Rp. 43.700,00). Pada penelitian ini sistem kumpul yang direncanakan diterapkan dua skenario yaitu, menggunakan fasilitas pengolah food waste yang sudah ada dan melakukan perhitungan desain fasilitas pengolah baru. Kebutuhan luas area dalam membangun fasilitas pengolah sampah adalah sebesar 135 m2 (WP 2) dan 164,7 m2 (WP3), sehingga anggaran biaya yang diperlukan dalam perencanaan sistem kumpul tersebut berkisar Rp. 11.637.00,00 hingga Rp. 27.176.000.00. Kata kunci: Sampah; Food Waste; Sistem Kumpul; Biaya; Maggot; Black Soldier Fly