// <![CDATA[ANALISIS PEMETAAN NILAI AEROSOL OPTICAL DEPTH (AOD) TERHADAP KONSENTRASI PARTIKULAT AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DI KOTA JAMBI TAHUN 2018-2019]]> 0420088009 - Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 GITA PUTRI RAMADHANTI / 252018096 Penulis
Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia. Kebakaran dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi, dan masalah sosial. Provinsi Jambi menjadi salah satu provinsi yang sering dilanda kebakaran hutan dan menghasilkan nilai PM10 dan PM2,5 yang dapat mencemari lingkungan sekitar. Partikulat yang melayang hingga atmosfer disebut dengan aerosol. Aerosol Optical Depth (AOD) merupakan pengukuran optik kepunahan radiasi matahari oleh aerosol secara kuantitatif. Nilai AOD juga dapat mewakili jumlah aerosol di seluruh kolom atmosfer. Analisis regresi linear sederhana dilakukan untuk melihat hubungan AOD dengan konsentrasi partikulat terutama ketika kejadian kebakaran hutan. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil seleksei data rata-rata harian dan dat rata-rata bulanan. Hubungan AOD dengan materi partikulat dengan tingkat korelasi terbaik adalah hubungan AOD dengan PM10 sebesar 0,92 dan hubungan AOD dengan PM2,5 sebesar 0,93 dengan menggunakan rata-rata harian saat kejadian kebakaran hutan. Faktor meteorologi berupa kelembapan relatif dan kecepatan angin dapat berpengaruh dalam meningkatkan hubungan antara AOD dan konsentrasi partikulat ketika terjadi kebakaran hutan. Hasil regresi linier atau korelasi antara PM10 dan PM2,5 dengan AOD akan bervariasi berdasarkan lokasi, musim, faktor meteorologi, dan faktor penting lainnya seperti komposisi partikulat maupun profil vertikal AOD. Kata kunci: PM10, PM2,5, Aerosol Optical Depth, Kebakaran Hutan, Korelasi.