// <![CDATA[PREDIKSI KONSENTRASI PARTIKULAT (PM2,5 DAN PM10) DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN MODEL LAND USE REGRESSION (LUR)]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Rina Dwi Riyanti / 252018122 Penulis
Konsentrasi partikulat halus berukuran kurang dari 2,5 µm (PM2,5) dan kurang dari 10 µm (PM10) di Kota Bandung saat ini dipengaruhi oleh aktivitas transportasi mencapai 70%, dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor spasial lain seperti tata guna lahan. Paparan konsentrasi partikulat dapat menyebabkan efek terhadap kesehatan manusia bahkan ketika terpapar dalam konsentrasi rendah. Kota Bandung saat ini hanya memiliki satu AQMS (Air Quality Monitoring System) untuk mengukur konsentrasi polutan termasuk partikulat sehingga data spasial konsentrasi partikulat di Kota ini masih sangat terbatas. Hal tersebut menyebabkan terbatasnya data yang digunakan untuk mengetahui paparan partikulat pada level individu di Kota Bandung. Oleh karena itu konsentrasi PM2.5 dan PM10 di berbagai titik yang tidak terukur oleh AQMS di Kota Bandung perlu diprediksi dengan menggunakan model seperti Land Use Regression (LUR). LUR merupakan model statistik yang digunakan untuk memprediksi konsentrasi polutan di udara dengan menggunakan variabel prediktor spasial seperti, pajang jalan, volume kendaraan, dan kepadatan penduduk untuk mengidentifikasi kontribusi variabel tersebut terhadap polutan partikulat. Hasil validasi eksternal dan internal model LUR menunjukkan model memiliki kemampuan yang baik dalam menjelaskan variabilitas polutan, yaitu dengan nilai R2 0,77-0,82 (PM2.5) dengan nilai RMSE sebesar 5,76-7,03 µg/m³, dan nilai R2 0,78-0,84 (PM10) dengan nilai RMSE sebesar 6,7-7,9 µg/m³. Model LUR tersebut menunjukkan bahwa variabel prediktor terkait lalu lintas memberi kontribusi yang besar pada model. Hasil prediksi menunjukkan bahwa model LUR menghasilkan nilai konsentrasi partikulat yang lebih besar dibandingkan dengan model AERMOD. Hasil dari pemodelan ini diimplementasikan untuk seluruh wilayah Kota Bandung dengan hasil prediksi konsentrasi partikulat terbesar terdapat pada Kecamatan Astana Anyar, yaitu PM2.5 mencapai 101,29 µg/m³, dan PM10 mencapai 144,70 µg/m³. Kata Kunci: AQMS (air quality monitoring system), Konsentrasi Partikulat, Variabel Prediktor, Model LUR (land use regression), Distribusi Spasial