// <![CDATA[PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR MINUM (IPAM) PADA KECAMATAN PAKUHAJI, KABUPATEN TANGERANG]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 NISYA RAYA DEISMAYA / 252019015 Penulis
Pelayanan air minum Kecamatan Pakuhaji pada tahun 2023 baru mencapai 6%. Upaya untuk meningkatkan tingkat pelayanan air minum di Kecamatan Pakuhaji adalah dengan merencanakan IPAM untuk 20 tahun mendatang. Air baku yang digunakan untuk pengolahan berasal dari Sungai Cisadane. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu PP 22/2021 pada Sungai Cisadane adalah TSS, Nitrit, BOD, COD, fecal coliform, dan total coliform. Pertimbangan yang diperhatikan dalam merencanakan IPAM adalah kandungan organik pada air baku, keberhasilan setiap unit pengolahan, kriteria desain, dan sebagainya. Pada unit prasedimentasi dilakukan penambahan perforated baffle yang berjarak 1 m setelah inlet dengan diameter bukaan sebesar 20 cm. Unit koagulasi yang digunakan berupa terjunan hidrolis dengan nilai G sebesar 750 detik, dimensi unti koagulasi sebesar 2,4 m x 1,2 m dengan tinggi sebesar 1,5 m. Pada unit flokulasi direncanakan menggunakan updown baffle channel yang berbentuk heksagonal dengan panjang setiap sisi sebesar 2,09 dan tinggi sebesar 4,5 m. Unit sedimentasi direncakan menggunakan tube settler. Unit sedimentasi berdimensi sebesar 7 m x 3 m dengan tinggi sebesar 3,7 m. Media filtrasi yang digunakan pada unit filtrasi adalah antrasit, pasir, dan gravel. Dimensi unit filtrasi sebesar 6 m x 2 m dengan tinggi sebesar 5 m. Reservoir yang direncanakan menggunakan 2 bak dengan masing-masing bak memiliki panjang 15,98 m, lebar 7, 99 m, dan tinggi sebesar 5,5 m. Perencanaan unit IPAM ini ditambahkan penutup berupa atap. Luas lahan yang tersedia di IPAM Bojong Renged adalah sebesar 3.770,79 m2 . Lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan IPAM Rencana adalah sebesar 732,5 m2 . RAB yang dibutuhkan dalam melakukan perencanaan IPAM ini adalah sebesar Rp19.306.063.077. Kata kunci: IPAM, Pakuhaji, Sungai Cisadane