// <![CDATA[ANALISIS KONDISI METEOROLOGI SAAT EPISODE PARTICULATE MATTER DI JAKARTA MENGGUNAKAN MODEL 3 DIMENSI WRF]]> 0420088009 - Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 ZIDAN FACHREZA FIRDAUS / 252019022 Penulis
Analisis partikel halus (PM2,5) yang teramati di Jakarta, Indonesia, dilakukan dari Januari 2021 hingga Oktober 2023 menggunakan data pemantauan per jam dari AirNow, yang dikelola oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (U.S. Environmental Protection Agency). Data dikumpulkan dari dua stasiun pemantauan kualitas udara di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Data meteorologi, termasuk kecepatan angin, temperatur, kelembapan, dan curah hujan, diperoleh dari basis data prakiraan global NASA dan Wunderground. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kondisi polutan PM2,5 di Jakarta dan korelasi antara pembentukan PM2,5 dengan kondisi meteorologi guna mengidentifikasi kondisi meteorologi yang mendukung terjadinya episode polusi udara yang tinggi serta mengidentifikasi potensi penggunaan model 3 dimensi Weather Research and Forecasting (WRF). Terdapat 3 metode statistik yang digunakan untuk validasi hasil keluaran WRF yaitu Mean Bias (MB), Mean Absolute Gross Error (MAGE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Kualitas udara dari parameter PM2,5 di Jakarta selama 3 tahun (2021-2023) dapat dikatan tidak baik karena tiap tahunnya selalu melebihi baku mutu. Secara diurnal PM2,5 mengalami kenaikan pada malam hingga pagi hari, serta secara umum kondisi meteorologi mempengaruhi konsentrasi PM2,5 di Jakarta. Hasil keluaran model WRF memberikan performa yang positif yang mana hasil keluaran model dapat memberikan kondisi meteorologi yang cukup akurat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa WRF dapat menjadi salah satu alternatif untuk menganalisis kondisi meteorologi di suatu wilayah. Kata kunci: PM2,5; Meteorologi; WRF; Kualitas Udara