// <![CDATA[PENGOLAHAN SAMPAH TULANG AYAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI HIDROTERMAL]]> Djaenudin, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 0409056501 - Dr. Etih Hartati, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 SHAFA AZZAHRA / 252019045 Penulis
Meningkatnya jumlah produksi daging ayam juga sejalan dengan meningkatnya sampah ayam yang dihasilkan, sampah tersebut berupa tulang ayam (Maulina dkk., 2022). Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) produksi daging ayam ras pedaging meningkat tiap tahunnya, pada tahun 2023 jumlah produksi daging ayam ras pedaging di Indonesia sebesar 3.997.652,70 ton (BPS, 2023). Persentase tulang ayam pada ayam boiler berkisar antara 22,49-30,27% dari berat ayam broiler (Patriani & Hafid, 2019). Sehingga sampah tulang ayam di Indonesia pada tahun 2023 ialah 899.072,09 - 1.210.089,47 ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah sampah tulang ayam menggunakan metode hidrotermal sehingga dapat memberikan nilai tambah serta mengurangi limbah. Sampah tulang ayam diolah melalui proses hidrotermal untuk menghasilkan produk padat dan cair yang kemudian dianalisis karakteristiknya. Proses ini mencakup pengukuran struktur morfologi, komposisi unsur, dan kristalinitas menggunakan berbagai metode analisis seperti FTIR, SEM, XRD, dan XRF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi hidrotermal, termasuk variasi suhu, waktu proses, dan rasio sampah terhadap air, berpengaruh signifikan terhadap kualitas produk yang dihasilkan dimana produk padat yang dihasilkan berupa hidroksiapatit. Optimasi kondisi operasi dilakukan untuk mencapai kualitas produk terbaik menggunakan metode response surface methodology (RSM) Box-Behnken Design. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode hidrotermal dapat digunakan secara efektif untuk mengolah sampah tulang ayam menjadi produk yang bernilai tinggi, baik dalam bentuk padatan yang kaya kalsium maupun cairan yang dapat dimanfaatkan sebagai pembenah tanah. Kata kunci: Sampah tulang ayam, hidrotermal, karakteristik produk, optimasi, RSM.