// <![CDATA[PEMANFAATAN DATA CITRA SENTINEL 2A UNTUK MEMETAKAN AREA GENANGAN BANJIR BERDASARKAN INDEKS KEBASAHAN AIR NDWI DAN MNDWI (Wilayah Studi:]]> 119890401 - Dr. Ir. Dewi Kania Sari, M.T Dosen Pembimbing 1 EKA WAHYU NINGSIH / 232022026 Penulis
Kota Cimahi, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, sering mengalami banjir akibat curah hujan tinggi dan infrastruktur drainase yang tidak memadai. Banjir pada 16 Juni 2023 mengakibatkan kerusakan signifikan di beberapa kelurahan. Tercatat 130 KK/435 jiwa terdampak, dan kerugian materil pada lebih dari 100 unit rumah terendam. Penelitian ini memanfaatkan data citra satelit Sentinel 2A dengan menerapkan metode Normalized Difference Water Index (NDWI) dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) untuk memetakan sebaran genangan banjir di Kota Cimahi. Metode NDWI, yang dikembangkan oleh McFeeters (1996), menggunakan band hijau dan Near Infrared (NIR) untuk membedakan air dan non air, sementara MNDWI, yang dikembangkan oleh Xu (2006), menggunakan band Shortwave Infrared (SWIR) untuk peningkatan deteksi area banjir. Penentuan nilai ambang batas dilakukan menggunakan metode sample points, dan hasil pemetaan divalidasi dengan data sebaran genangan dari BPBD Kota Cimahi. Akurasi pemetaan dievaluasi menggunakan koefisien kappa dengan nilai minimal akurasi yang diterima sebesar 85%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan terhadap luas genangan banjir yang terjadi di Kota Cimahi. Hasil NDWI menunjukan luas genangan banjir lebih besar dari hasil MNDWI dengan total luas sebesar 73,83474 Ha dan 63,59623 Ha. Hasil uji akurasi menunjukkan bahwa metode NDWI dan MNDWI mampu memetakan area genangan banjir dengan akurasi tinggi. Peta sebaran genangan banjir yang dihasilkan menunjukkan distribusi genangan dengan nilai akurasi mencapai 87% dengan indeks kappa 0,76 untuk NDWI dan 90% dengan indeks kappa 0,81 untuk MNDWI.