// <![CDATA[PERENCANAAN BANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM (IPAM) PADA KECAMATAN SUKAMULYA KABUPATEN TANGERANG]]> 0409058001 - Mila Dirgawati, ST., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD RIZQON NURRAHMANA / 252019015 Penulis
Pelayanan air minum Kecamatan Sukamulya pada tahun 2023 baru mencapai 7%. Upaya untuk meningkatkan tingkat pelayanan air minum di Kecamatan Sukamulya adalah dengan merencanakan IPAM untuk 20 tahun mendatang. Air baku yang digunakan untuk pengolahan berasal dari Sungai Cidurian. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu PP 22/2021 pada Sungai Cidurian adalah Warna, Padatan Tersuspensi Total (TSS), Nitrit (NO2), Kebutuhan Oksigen Biokimiawi (BOD), Fecal Coliform, dan Total Colifom.Pertimbangan dalam merencanakan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) meliputi beberapa aspek, antara lain kandungan organik dalam air baku, efektivitas setiap unit pengolahan, serta kriteria desain. Pada unit prasedimentasi, direncanakan penambahan perforated baffle untuk meningkatkan performa. Unit koagulasi dirancang dengan terjunan hidrolis yang memiliki nilai G sebesar 750 detik. Untuk unit flokulasi, digunakan desain updown baffle channel berbentuk segi enam. Sementara itu, unit sedimentasi direncanakan dengan penggunaan tube settler. Media filtrasi yang digunakan dalam unit filtrasi terdiri dari antrasit, pasir, dan gravel. RAB yang dibutuhkan dalam melakukan perencanaan IPAM ini adalah sebesar Rp7.693.755.570. Kata kunci: IPAM, Sukamulya, Sungai Cidurian