// <![CDATA[ANALISIS PENERAPAN RENCANA PENGAMANAN AIR MINUM (RPAM) SPAM SIGAJAH PDAM TIRTA AJI KABUPATEN WONOSOBO]]> Farhan Bagus Adhari / 252020014 Penulis 20010601 - Iwan Juwana, S.T., M.EM., Ph.d. Dosen Pembimbing 1
Salah satu masalah pada saat distribusi air minum adalah kebocoran pipa. Pada sub sistem SPAM distribusi Sigajah yang dikelola oleh Perumda Tirta Aji Kabupaten Wonosobo selama periode 2023 hingga 2024 terdapat empat perbaikan badan pipa akibat kebocoran. Hal tersebut akan mempengaruhi kualitas air minum karena adanya input kontaminan karena adanya efek sifon. Disamping hal tersebut terdapat laporan kehilangan air sebanyak 19% yang akan mempengaruhi kuantitas serta kontinuitas. Hal ini dapat dikurangi dengan adanya tindakan preventif manajemen risiko menggunakan prinsip Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM). Dimana metodologi yang dilakukan dimulai dari proses identifikasi, penilaian, prioritas risiko pada kejadian bahaya terhadap parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi Kaji ulang risiko ,rencana perbaikan, hingga pemantauan operasional. Dari hasil penyusunan RPAM pada subsistem JDB dan SR Serba Kriwil terdapat 35 kejadian bahaya yang secara umum disebabkan oleh kebocoran pipa serta tidak terpenuhinya kandungan sisa klor. Kemudian didapatkan 11 prioritas kejadian bahaya yang harus disusun rencana perbaikan dan 29 pemantauan operasional. Dimana untuk mendukung hal tersebut dilakukan simulasi sebaran sisa klor pada EPANET 2.2 yang didapatkan hasil sebanyak 75.44% belum mencapai rentang 0,2 – 0,5 mg/L, dan 17.11% telah memenuhi baku mutu. Kata Kunci: Kebocoran pipa, Kontaminan, Identifikasi Risiko, Sisa Klor