// <![CDATA[PERENCANAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) BAGENDUNG DALAM UPAYA PENGURANGAN SAMPAH PEMUKIMAN YANG MASUK KE LAHAN URUG]]> 0429018801 - Nico Halomoan ., S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 FAGHIRA MUHAMMAD GHAZANI / 252020026 Penulis
Kota Cilegon memiliki fungsi sebagai kota industri, perdagangan, dan jasa sehingga menyebabkan timbulan sampah setiap tahunnya yang tidak sedikit yang masuk ke TPA Bagendung sehingga menyebabkan kerusakan operasional pada TPA Bagendung karena tidak didukungnya peningkatan kapasitas operasional sehingga dapat menyebabkan umur TPA yang semakin berkurang. Perencanaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) diharapkan dapat mengurangi beban terhadap lahan urug TPA Bagendung. Timbulan sampah akan diukur di TPA Bagendung menggunakan metode SNI 19-3954-1994 dan metode load count analysis serta komposisi sampah yang akan diukur menggunakan metode SNI 19-3954-1994 dan metode quartering. Timbulan sampah yang masuk TPA Bagendung mencapai 112,33 ton/hari dengan volume yang dibawa sebesar 303,90 m3 dan komposisi sampah terbesar yaitu organik sebesar 56,19%. Direncanakan pengelolaan TPST adalah sampah yang berasal dari pemukiman dengan luas TPST sebesar 3554,10 m2 . Sistem pengolahan yang berada di TPST ini yaitu teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dengan hasil produk akhir yaitu RDF-3 atau fluff RDF. Perencanaan TPST ini memiliki biaya modal awal sebesar Rp 21.513.253.468,78. Kata kunci : pengurangan sampah, TPST, TPA, RDF