PENERAPAN SELF ORGANIZING MAP UNTUK MENGELOMPOKKAN POLA PENGGUNAAN BANDWIDTH DI LINGKUNGAN KAMPUS
Distribusi bandwidth yang tidak merata di lingkungan kampus terjadi karenakurangnya pemahaman pola penggunaan WiFi oleh civitas akademika. Di Itenas Bandung, bandwidth disamaratakan untuk semua gedung tanpa memperhatikan kebutuhan khusus, sehingga menyebabkan area yang memiliki kebutuhan internet yang tinggi tidak diprioritaskan dan terjadi inefisiensi dalam pengelolaan jaringan. Penelitian ini menerapkan metode Self Organizing Map (SOM) dan K-Means untuk mengelompokkan pola penggunaan bandwidth di kampus. SOM digunakan untuk
mengelompokkan gedung-gedung berdasarkan penggunaan bandwidth menjadi rendah, sedang, dan tinggi. K-Means digunakan untuk meningkatkan hasil pengelompokan dari SOM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOM mampu
mengelompokkan penggunaan bandwidth. Pengujian pertama menghasilkan Silhouette Index sebesar 0.321 dan Davies Bouldin Index sebesar 0.896. Setelah menerapkan K-Means, nilai-nilai ini meningkat menjadi 0,773 dan 0,623. Pada pengujian kedua, Silhouette Index meningkat dari 0.304 menjadi 0.684, dan Davies Bouldin Index menurun dari 0.996 menjadi 0.660. Pengujian ketiga menunjukkan peningkatan Indeks Siluet dari 0,303 menjadi 0,598, sedangkan Indeks Davies Bouldin berubah dari 0,998 menjadi 0,84. Kata kunci: Bandwidth, Clustering, Davies Bouldin Index, Self Organizing Map, Silhouette Index
Detail Information
Citation
APA Style
. (2024).PENERAPAN SELF ORGANIZING MAP UNTUK MENGELOMPOKKAN POLA PENGGUNAAN BANDWIDTH DI LINGKUNGAN KAMPUS ().Teknik Informatika:FTI
Chicago Style
.PENERAPAN SELF ORGANIZING MAP UNTUK MENGELOMPOKKAN POLA PENGGUNAAN BANDWIDTH DI LINGKUNGAN KAMPUS ().Teknik Informatika:FTI,2024.Text
MLA Style
.PENERAPAN SELF ORGANIZING MAP UNTUK MENGELOMPOKKAN POLA PENGGUNAAN BANDWIDTH DI LINGKUNGAN KAMPUS ().Teknik Informatika:FTI,2024.Text
Turabian Style
.PENERAPAN SELF ORGANIZING MAP UNTUK MENGELOMPOKKAN POLA PENGGUNAAN BANDWIDTH DI LINGKUNGAN KAMPUS ().Teknik Informatika:FTI,2024.Text