MINIMASI TEKANAN PADA TULANG BELAKANG BAWAH (Ls/S1) BERDASARKAN ANALISIS BIOMEKANIKA STATIS PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIALS HANDLING (Studi Kasus di PT. SOSRO)
Permasalahan pada pemindahan material secara manual telah menjadi perhatian yang sangat penting dalam perancangan alat material handling yang baik untuk mencegah terjadinya cedera dan kecelakaan kerja. Pekerjaan pemindahan material secara manual sangat mengandalkan kekuatan. fisik pekerja. sehingga dapat mengakibatkan cedera tulang punggung bagian bawahdi Ls/S1• Hasil penelitian dari National Institute for Occupational Safety a.nd HeaJth ( NIOSH) bahwa 60% dari kasus kecelakaan yang terjadi pada pekerjaan penanganan material secara manual. salah satu masalah yang terjadi adalah timbulnya sakit baik bersifat sementara maupun permanen pada tulang belakang. Sakit pada tulang belakang terjadi karena lempeng (disk) yang merupakan tulang rawan yang terletak diantara ruas - ruas tulang belakang terutama bagian bawah mengalami kerusakan yang diakibatkan karena gaya tekan maupun gaya geser yang melebihi dari daya lempeng tersebut. Penelitian untuk memperkirakan besarnya gaya tekan terhadap tulang belakang dilakukandengan melakukan analisis teori mekanika dalam bentuk model biomekanika statis. Kegiatan Manual Material Handling di P T. SOSRO adalah pengangkutan teh botol dalam krat dengan menggunakan alat bantu yaitu lori dorong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya tekanan pada lempeng tulang belakang Ls/S1 pada pekerjaan tersebut. Perhitungan besarnya tekanan pada lempeng tulang belakang Ls/S1 yang dialami pekerja menggunakan bantuan software 3DSSPP (3 Dimension Static Strenght Posture Prediction). Model biomekanika tulang belakang bagian bawah yang digunakan oleh software ini adalah model yang dikembangkan oleh Don B. Chaffin. Berdasarkan penelitian awal besarnya tekanan pada lempeng tulang belakang Ls/S1 yang diderita oleh pekerja ketika. menggunakan alat lori dorong adalah sebesar 4747,1 Newton, tekanan ini melebihi batasan Action Limit yang direkomendasikan oleh NIOSH yaitu sebesar 3400 Newton. Hal ini mengakibatkan perlunya perbaikan pada alat bantu yang dipergunakan. Penelitiaan selanjutnya adalah melakukan perbaikan pada alat lori dorong. Perbaikan tersebut adalah dengan menambah kaki beroda dan memindahkan posisi pegangan untuk meminimasi beban yang diderita oleh pekerja. Berdasarkan perbaikan terhadap alat lori dorong dilakukan perhitungan kembali besarnya tekanan pada lempeng tulang belakang Ls/S1 pekerja. Hasil perhitungan tekanan adalah sebesar 1053,4 Newton, dengan demikian setelah menggunakan alat hasil modiflkasi besar tekanan lempeng tulang belakang Ls/S1 pekerja berada di bawah batasan yang direkomendasikan oleh NIOSH, sehingga dapat meminimasi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2002).MINIMASI TEKANAN PADA TULANG BELAKANG BAWAH (Ls/S1) BERDASARKAN ANALISIS BIOMEKANIKA STATIS PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIALS HANDLING (Studi Kasus di PT. SOSRO) ().Teknik Industri:FTI
Chicago Style
.MINIMASI TEKANAN PADA TULANG BELAKANG BAWAH (Ls/S1) BERDASARKAN ANALISIS BIOMEKANIKA STATIS PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIALS HANDLING (Studi Kasus di PT. SOSRO) ().Teknik Industri:FTI,2002.Text
MLA Style
.MINIMASI TEKANAN PADA TULANG BELAKANG BAWAH (Ls/S1) BERDASARKAN ANALISIS BIOMEKANIKA STATIS PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIALS HANDLING (Studi Kasus di PT. SOSRO) ().Teknik Industri:FTI,2002.Text
Turabian Style
.MINIMASI TEKANAN PADA TULANG BELAKANG BAWAH (Ls/S1) BERDASARKAN ANALISIS BIOMEKANIKA STATIS PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIALS HANDLING (Studi Kasus di PT. SOSRO) ().Teknik Industri:FTI,2002.Text