// <![CDATA[USULAN PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP BALANCED SCORECARD (Studi Kasus:]]> Sugih Arijanto, S.T., M.M. Dosen Pembimbing 2 Dr. Ir. Iwan Insrawan Wiratmadja Dosen Pembimbing 1 JEMY ROCHADITAMA T / 131988052 Penulis
PT. TELKOM sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia tidak terlepas dari kebutuhan untuk mengukur kinerja bisnisnya secara komprehensif. Salah satu unit bisnis utama PT. TELKOM adalah Divisi Network (DIVNET). DIVNET merupakan unit yang menyediakan jasa jaringan telekomunikasi jarak jauh untuk penyelenggaraan bisnis lnfoCom oleh Divisi dan Unit Bisnis lainnya di PT. TELKOM, serta layanan jasa telekomunikasi berbasis network jarak jauh untuk operator/ penyedia jasa/ pelanggan di luar PT. TELKOM. Pengukuran kinerja yang saat ini dilakukan oleh DIVNET kurang komprehensif (pengukuran lebih banyak berfokus kepada segi finansial), sementara pengukuran kinerja dari segi finansial dan nonfinansial suatu perusahaan perlu dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan usahanya, pengukuran kinerja yang saat ini dilakukan oleh DIVNET kurang koheren dan tidak terintegrasi serta pengukuran kinerjanya yang dinilai belum mengarah kepada visi dan misi perusahaan. Balanced Scorecard (BSC) merupakan suatu sistem pengukuran kinerja yang diperkenalkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton (1996). Selain mengukur kinerja finansial sistem pengukuran ini juga mengukur kinerja non-finansial sebagai penyeimbangnya. Sistem pengukuran kinerja dengan Balanced Scorecard terbagi menjadi empat perspektif yang terpadu yaitu: perspektif finansial, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Sistem pengukuran kinerja dengan BSC dihasilkan melalui penjabaran visi, misi dan strategi ke dalam tujuan strategis dan ukuran strategis untuk tiap perspektif. Pengukuran kinerja DIVNET dengan menggunakan BSC akan dapat membantu dalam mengevaluasi pencapaian Business Plan yang telah ada. Pemantauan yang teratur dan terarah akan membantu perusahaan untuk mempertahankan dan mengembangkan strateginya, sehingga selalu dapat disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan. Penelitian tugas akhir ini dilakukan dengan merancang sistem pengukuran kinerja dengan menggunakan konsep BSC yang bertujuan untuk memberikan usulan sistem pengukuran kinerja secara menyeluruh (komperhensif) dari 4 perspektif. Perumusan ukuran-ukuran strategis BSC untuk ke-4 perspektif diturunkan dari visi, misi dan strategi perusahaan ke dalam tujuan strategis kemudian dijabarkan kedalam Key Success Factor sehingga akhirnya didapatkan ukuran strategis. Berdasarkan hasil penelitian memberikan 21 usulan ukuran strategis sebagai berikut: perspektif finansial (ROE, EVA, Cost of Efficiency Ratio, ROI), perspektif pelanggan (indeks kepuasan pelanggan, indeks loyalitas pelanggan, profitabilitas pelanggan, On time delivery, rasio jumlah keluhan, market share, indeks akuisisi pelanggan), perspektif proses bisnis internal jumlah produk baru/ tahun, Performance Availability System (PAS), keterlambatan lead time, Rllsio responsiveness time), perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (mdeks kepuasan karyawan, produktivitas karyawan, indeks retensi karyawan, rasio ketersediaan keahlian strategis, tingkat pengembangan karir, rasio ketersediaan informasi strategis). Ukuran-ukuran strategis tersebut kemudian direpresentasikan dalam bagan hubungan sebab akibat yang menggambarkan hubungan keterkaitan antar tiap perspektif. Untuk dapat terealisasikan dengan baik sistem ini maka diperlukan Iangkah-langkah awal yang diperlukan untuk implementasi BSC ini.