// <![CDATA[SEKTOR PERDAGANGAN SEBAGAI SEKTOR POTENSIAL DALAM PEREKONOMIAN WILAYAH DI KOTA METRO LAMPUNG]]> Shinta Kusumawati, S.T. Dosen Pembimbing 2 Akhmad Setiobudi, Ir, MT. Dosen Pembimbing 1 ATY FATMAWATIE / 242000048 Penulis
Perkembangan dan pertumbuhan kota merupakan cerminan perkembangan sektor-sektor ekonomi yang ada di dalamnya. Perkembangan sektor potensial akan menjadi faktor penunjang dan penentu atau pemicu perkembangan Kota Metem itu sendiri. Mapun salah satu indikator penentu perkembangan kota adalah pertuduhan ekonomi. Sektor pertanian merupakan sektor potensial di Kota Metro, nanun sektor pertanian tersebut tidak dapat dikembangkan lagi oleh Kota Metro. Hal itu disebabkan semakin menurunnya tingkat pertumbuhan sektor pertanian di Fots Netro. Salah satu cara agar Kota Metro tetap berkembang adalah dengan meningkatkan kegiatan sektor potensial lain yang ada di Kota Metro yaitu pada kegiatan sektor perdagangan. Adapun tujuan dalam studi ini adalah mengidentifikasi kegiatan sektor perdagangan sebagai sektor potensial dalam perekonomian wilayah di Kota Metro. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka sasaran penelitian adalah teridentifikasinya kegiatan sektor perdagangan di Kota Metro, terindikasinya potensi kegiatan sektor perdagangan di Kota Matco berdasarkan kriteria sektor potensial, dan pemberian arahan atau masukan terhadap pemerintah Kota Metro mengenai potensi kegiatan sektor perdagangan di Kota Metro. Kesimpulan yang didapat dari analisis yaitu kegiatan sektor perdagangan di Kota Metro dapat dikatakan sebagai sektor yang potensial dalam perekonomian wilayah. Hal itu disebabkan karena terpenuhinya empat kriteria potensial dari lima kriteria potensial yang ada di Kota Metro. Rekomendasi yang dapat diberikan yaitu pemerintah Kota Metro diharapkan dapat melakukan peningkatan jenis produk yang dibutuhkan oleh pasar di Kota Metro, dapat menambah jumlah produksi barang yang diekspor dari Kota Metro atau dapat mengurangi barang impor, serta dapat melebarkan luas pasar sehingga Kota Metro dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas kegiatan perdagangan tersebut secara optimal.