FAKTOR DOMINAN DALAM PILIHAN MODA DAN PERSEPSI TERHADAP TRANSJAKARTA DAN BUS PENGUMPAN OLEH PENGGUNA MOBIL PRIBADI (STUDI KASUS: KORIDOR 1 BLOK M - KOTA)
Jakarta merupakan kota metropolitan yang memiliki kelengkapan sarana dan prasarana. Kelengkapan tersebut memiliki daya tarik kepada penduduk di kota lain, khususnya kota-kota kecil yang berada di sekitar Jakarta. Adanya daya tarik ini memunculkan dampak negatif terhadap kondisi lalu lintas, yaitu kemacetan. Salah satu cara mengurangi kemacetan adalah dengan mengoperasikan sistem jalur khusus bus (busway) dengan moda busnya adalah Trans Jakarta, tetapi dari dua hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya pengurangan pemakaian Trans Jakarta oleh pengguna mobil pribadi sebesar 6,4%. Dari fakta tersebut diduga ada peningkatan kembali penggunaan mobil pribadi. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyangkut subyek pengguna, bus Trans Jakarta, dan bus pengumpan. Berdasarkan fenomena di atas, tujuan studi ini adalah mengidentifikasi faktor dominan pilihan moda dan persepsi terhadap keamanan dan kenyamanan Trans Jakarta dan bus pengumpan oleh pengguna mobil pribadi pada koridor Blok M - Stasiun Kota. Metode yang digunakan analisis faktor dan one sample test. Metode analisis faktor dilakukan untuk mereduksi variabel-variabel pada faktor ciri pengguna, ciri pergerakan, dan ciri fasilitas. Metode analisis one sample test dilakukan untuk mengetahui persepsi pengguna mobil pribadi terhadap keamanan dan kenyamanan bus Trans Jakarta serta bus pengumpan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, faktor dominan pilihan moda oleh pengguna mobil pribadi memepertimbngkan faktor karakteristik pengguna mobil dan faktor kondisi perjalanan. Faktor karakteristik pengguna mobil tersebut terdiri dari tingkat pendidikan terakhir, penghasilan per bulan, dan maksud perjalanan. Faktor kondisi perjalanan terdiri dari lama waktu tempuh dan penggunaan moda lanjutan ke tempat tujuan. Persepsi terhadap pelayanan Trans Jakarta sudah baik, namun harus meningkatkan kenyamanan khususnya dalam tingkat ketesian agar tidak terjadi penumpukan penumpang. Persepsi terhadap pelayanan bus pengumpan masih rendah dibandingkan dengan Trans Jakarta. Hal ini didasari oleh penumpang tidak merasa aman dari tindakan kriminal saat berada dalam bus, masih terjadinya penumpukan penumpang, dan kurang terasanya alat pendingin ruangan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).FAKTOR DOMINAN DALAM PILIHAN MODA DAN PERSEPSI TERHADAP TRANSJAKARTA DAN BUS PENGUMPAN OLEH PENGGUNA MOBIL PRIBADI (STUDI KASUS: KORIDOR 1 BLOK M - KOTA) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.FAKTOR DOMINAN DALAM PILIHAN MODA DAN PERSEPSI TERHADAP TRANSJAKARTA DAN BUS PENGUMPAN OLEH PENGGUNA MOBIL PRIBADI (STUDI KASUS: KORIDOR 1 BLOK M - KOTA) ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text
MLA Style
.FAKTOR DOMINAN DALAM PILIHAN MODA DAN PERSEPSI TERHADAP TRANSJAKARTA DAN BUS PENGUMPAN OLEH PENGGUNA MOBIL PRIBADI (STUDI KASUS: KORIDOR 1 BLOK M - KOTA) ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text
Turabian Style
.FAKTOR DOMINAN DALAM PILIHAN MODA DAN PERSEPSI TERHADAP TRANSJAKARTA DAN BUS PENGUMPAN OLEH PENGGUNA MOBIL PRIBADI (STUDI KASUS: KORIDOR 1 BLOK M - KOTA) ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text