// <![CDATA["DE STIJL BAGUSRANGIN RUSUNAMI" Tema:]]> Ir. Dewi Parliana MSP Dosen Pembimbing 1 Ir. Achsien Hidayat., M.T. Dosen Pembimbing 2 Gemi Ridwan / 212012128 Penulis
Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat, khususnya di kota Bandung. Dengan meningkatnya jumlah penduduk meningkat juga kebutuhan tempat tinggal / hunian serta lahan untuk bangunan. Rusunami merupakan akronim dari Rumah Susun Sederhana Milik pada dasarnya merupakan Rumah Susun (Rusun) dimana Rusun tersebut merupakan kategori resmi pemerintah Indonesia untuk tipe hunian bertingkat seperti apartemen, kondominium, flat, dan lain-lain. Namun pada perkembangannya kata ini digunakan secara umum untuk menggambarkan hunian bertingkat kelas bawah. Penambahan kata Sederhana setelah rusun bisa berakibat negatif, karena pada pikiran masyarakat awam rusun yang ada mendapat artian sudah sangat sederhana. Kenyataannya rusunami yang digalakkan pemerintah dengan sebutan proyek 1000 Menara merupakan rusuna bertingkat tinggi yaitu rusun dengan jumlah lantai lebih dari 8 yang secara fisik luar hampir mirip dengan rusun apartemen yang dikenal masyarakat luas. Kata Milik berarti seseorang pengguna tangan pertama harus membeli dari pengembangnya Rumah Susun sudah banyak terdapat di Indonesia, Terutama di kota Bandung. Namun sebuah Rumah susun dengan Mengusung konsep "back to the city" dimana mengajak orang orang pinggiran kota dengan suatu kebutuhan bekerja untuk hidup yang tinggi juga dengan konsep "back to the city" dapat digunakan sebagai tempat peralihan dari korban penggusuran yang mayoritas kalangan menengah ke bawah yang bermukim di area yang dilarang pemerintah,seperti di pinggiran bantaran sungai serta di pinggiran rel kereta api, selain hal tersebut dapat membahayakan Keselamatan, juga dapat menjadikan kawasan tersebut menjadi kumuh, dan tidak lupa bangunan ditujukan untuk relokasi warga sekitar jalan bagusrangin. De Stijl Bagusrangin Rusunami dibuat dengan tema Struktur sebagai pemberi bentuk massa bangunan berdasarkan garis imajiner. Dimana pada area site terdapat garis imajiner yang meliputi gedung sate sampai tangkuban perahu, dan flyover pasupati sampai terminal cicaheum. Garis imajiner tersebut yang akan menjadi patokan untuk pembuatan massa bangunan.