// <![CDATA[ANALISIS DAN SIMULASI SISTEM PENGKONDISIAN UDARA DENGAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) PADA RUANG LABORATORIUM 11306]]> 0423037201 - Ali, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 PRASETIYO /122020071 Penulis
Ruangan yang baik harus mempertimbangkan kenyamanan selain keindahan, Kenyamanan termal di dalam ruangan maupun di luar Ruangan dibutuhkan tubuh agar dapat beraktifitas dengan baik. Berdasarkan SNI 03-6390- 2000, pengkondisian udara diperlukan untuk mengendalikan temperatur ruangan, kelembaban relatif, kualitas serta persebaran udara. Kenyamanan termal dalam ruangan dapat tercapai ketika manusia mendapatkan supply temperatur udara, tingkat kelembaban, maupun panas yang ideal dari lingkungan sekitarnya. Diperlukan suatu sistem pengkondisian udara (Air Conditioning System). Pada Ruangan laboratorium untuk menunjang tercapainya tingkat kenyamanan termal yang dibutuhkan oleh manusia. Metode CFD (Computational Fluid Dynamics) menggunakan analisis numerik untuk mengintegrasikan persamaan, yang terdiri dari keseimbangan massa, momentum, dan energi. Metode CFD digunakan pada software Solidworks untuk menyelesaikan masalah aliran udara dan perpindahan kalor pada ruangan tersebut. Penelitian ini bertujuan membuat pemodelan dan melakukan simulasi serta menganalisis sistem pengkodisian udara pada ruangan laboratorium 11306 di salah satu Institut X Kota Bandung. Beban pendinginan total pada ruang laboratorium 11306 diperoleh sebesar 30.222,69 btu/hr dengan distribusi beban pendinginan yang dihasilkan dari berbagai beban, maka untuk ruangan 11306 yang memperoleh beban pendingin sebesar 30.222,69 btu/h dengan luas 53,13 ????2 PK AC yang memenuhi sesuai spesifikasi PK AC diatas yaitu dengan menggunakan 2 AC yang memiliki PK sebesar 2 PK sebanyak 1 buah dan sebesar 1 1/2 PK sebanyak 1 buah. Distribusi laju aliran udara pada ruang laboratorium 11306 dari 2 variasi yaitu variasi 1 dengan keadaan ventilasi sebanyak 20 buah (keadaan aktual) dan variasi 2 dengan keadaan ventilasi 1 buah telah didapat yang paling baik yaitu pada variasi 2 dikarenakan area blank zone/area yang tidak terdisribusi pada variasi 2 terlihat lebih sedikit sedangkan pada variasi 1 terlihat lebih banyak area blank zone karena disebabkan aliran udara dingin yang keluar dari AC tidak terdistribusi secara merata dan terlihat pada simulasi aliran udara lebih banyak keluar langsung menuju ventilasi. Nilai error validasi temperatur memiliki nilai terkecil sebesar 0,6% dan error terbesar sebesar 6,8%. Bisa dikatakan bahwa nilai temperatur yang didapatkan dari simulasi sudah mendekati keadaan aktual. Nilai error validasi kecepatan udara memiliki nilai terkecil sebesar 0 % dan nilai error terbesar sebesar 5% pada nilai validasi kecepatan udara terbilang kecil sehingga bisa dikatakan bahwa nilai yang didapatkan dari simulasi sudah mendekati aktual. Kata Kunci: Pengkondisian Udara, Simulasi Aliran, Beban pendingin.