// <![CDATA[STRATEGI PENINGKATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN FAKTOR MANUSIA DI LANTAI PRODUKSI CV MAJU JAYA RUBBER]]> Dr. Ir. Caecilia Sri Wahyuning S, M.T. Dosen Pembimbing 1 EMMANUEL CAESAR CHEMDAH PONTOH / 132020144 Penulis
Berdasarkan observasi langsung dan wawancara dengan operator, pengawas, serta manajemen perusahaan, penelitian ini mengungkap bahwa kecelakaan kerja di lantai produksi disebabkan oleh unsafe acts, seperti teknik kerja yang tidak ergonomis dan ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan. Selain itu, preconditions for unsafe acts, seperti lingkungan kerja yang panas dan minim ventilasi serta keterbatasan ketersediaan alat pelindung diri (APD), memperburuk kondisi kerja. Pada tingkat unsafe supervision, lemahnya pengawasan mengakibatkan pekerja tidak mendapatkan bimbingan yang memadai dalam menjalankan tugasnya dengan aman. Sementara itu, pada level organizational influences, belum adanya kebijakan K3 yang jelas serta kurangnya perhatian terhadap pengelolaan risiko menunjukkan bahwa perusahaan belum memiliki komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman. Strategi pengendalian diterapkan sebagai upaya mitigasi risiko pada setiap level HFACS. Pada tingkat unsafe acts, perusahaan dapat melakukan pelatihan rutin serta meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya K3. Pada preconditions for unsafe acts, modifikasi lingkungan kerja, seperti perbaikan ventilasi dan penyediaan APD yang sesuai, menjadi langkah krusial. Pada tingkat unsafe supervision, diperlukan peningkatan kapasitas pengawas dalam menerapkan standar keselamatan serta memperbaiki sistem pelaporan kecelakaan. Sementara itu, pada tingkat organizational influences, perusahaan harus mulai merancang dan menerapkan kebijakan SMK3 yang terstruktur serta mengalokasikan sumber daya vii yang memadai untuk mendukung implementasi keselamatan kerja. Hasil akhir dari penelitian ini menjukkan bahwa faktor manusia memiliki peran signifikan dalam kecelakaan kerja, namun akar permasalahannya tidak hanya terletak pada pekerja, melainkan juga pada kebijakan organisasi yang belum mendukung penerapan K3 dengan baik. Dengan menerapkan strategi pengendalian bahaya yang sistematis dan berjenjang, perusahaan dapat meningkatkan keselamatan kerja, mengurangi insiden kecelakaan, serta diharapkan dapat membangun budaya keselamatan yang lebih kuat di lingkungan kerja. Oleh karena itu, langkah paling mendesak yang perlu dilakukan perusahaan adalah menyusun kebijakan K3 yang komprehensif serta memastikan implementasinya di seluruh level organisasi. Kata Kunci: keselamatan dan kesehatan kerja, human factors analysis and classification sytem, faktor manusia, pengendalian risiko, kebijakan K3.