// <![CDATA[STRATEGI PERBAIKAN KUALITAS PRODUK PIPA BAJA PT KUNANGO JANTAN KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA)]]> 119940906 - Yuniar, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ANGGY SEPTIANI RISKY / 132020147 Penulis
Kualitas produk menjadi faktor utama yang menentukan kepuasan pelanggan serta keberlanjutan bisnis suatu perusahaan. Salah satu aspek penting dalam menjamin kualitas produk adalah pengendalian kualitas yang efektif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi cacat produk dalam proses produksi. PT Kunango Jantan, sebagai perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi pipa baja, menghadapi permasalahan kualitas yang signifikan akibat tingginya tingkat cacat produk dalam proses produksinya. Berdasarkan hasil observasi, tingkat produk cacat yang terjadi di PT Kunango Jantan mencapai 4,68%, jauh melebihi batas toleransi perusahaan yang hanya 1%. Jenis cacat yang sering terjadi di antaranya adalah cacat tidak kena las (TKL), cacat sambungan, oval, bengkok, baret, dan pecah. Produk yang mengalami cacat ini tidak dapat langsung digunakan oleh pelanggan, sehingga memerlukan proses perbaikan seperti pengelasan ulang, pemanfaatan untuk produk lain, pelurusan ulang, atau bahkan penyimpanan untuk penggunaan internal. Upaya perbaikan yang telah diterapkan oleh perusahaan masih belum cukup efektif dalam menekan angka kecacatan, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih sistematis untuk meningkatkan kualitas produk. Kata kunci: Pengendalian kualitas, Produk cacat, Pipa baja, FMEA, FTA.