// <![CDATA[PUSAT KONVENSI DAN EKSHIBISHI BANDUNG (BANDUNG CONVENTION AND EXHIBITION CENTER)]]> SALDI PRADIKA / 21.2004.096 / AR Dosen Pembimbing 1
Bandung merupakan salah satu kota yang cukup dikenal sejak dahulu, dan seiring dengan waktu, perkembangan kota Bandung pun semakin terlihat. Ditambah dengan berbagai infrastruktur yang telah terbangun, membuat kota Bandung yang dikenal sebagai Paris van Java ini semakin diminati. Factory outlet, jasa, keindahan alam, budaya, semua menjadi pemikat para wisatawan, bahkan hingga hal-hal yang bersifat komersil. Namun dengan semua nilai lebih yang dimiliki Kota Kembang ini, Bandung belum memiliki sebuah sarana yang bisa menampung berbagai macam aktivitas masyarakat maupun para wisatawan, sebuah sarana yang mungkin bisa diwakili dengan Pusat Konvensi dan Ekshibisi, di mana semua kegiatan bisa berlangsung pada suatu ranah kegiatan ini. Pada bangunan Pusat Konvensi dan Ekshibisi Bandung, “Bandung Convention and Exhibition Center”, ini dirancang sedemikian rupa dengan mengambil tema “Pengalaman Ruang” dan diterapkan melalui beberapa aspek di antaranya penerapan melalui sebuah penyajian gaya arsitektur baru yang “kontras namun harmonis”. Dengan pengertian memberikan sebuah pengalaman “New Experience” dalam konteks ke dalam dan ke luar kawasan, dengan tidak mengabaikan lingkungan sekitar yang merupakan kawasan konservasi. Ditinjau dari tema bangunan, bangunan dirancang efisien dengan penerapan arsitektur modern tanpa mengecualikan kontekstual, sirkulasi yang berbeda, permainan warna yang selaras, penempatan dan pemanfaatan ruang yang unik, dan aspek-aspek lain yang bisa mewakili tema “Pengalaman Ruang” tersebut. Diharapkan dengan adanya bangunan Bandung Convention and Exhibition Center ini dapat berguna sebagaimana mestinya, seperti apa yang diharapkan masyarakat banyak, khususnya masyarakat Jawa Barat, akan suatu bangunan konvensi yang lebih representatif.