// <![CDATA[ANALISA PENGARUH METODE BOTTOM-UP DAN TOP-DOWN TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PADA PEKERJAAN BASEMENT GEDUNG X DI BANDUNG]]> Katarina Rini Ratnayanti, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ADE IRFAN MUHARRAM / 222018198 Penulis
Konstruksi bawah tanah dilakukan secara berurutan dari bawah ke atas, itulah yang disebut metode konstruksi bottom-up, yang banyak digunakan dalam konstruksi bawah tanah. Cara konstruksi ini dimulai dengan pekerjaan pondasi dan penggalian untuk membangun kolom, balok, pelat hingga atap. Seiring dengan kemajuan teknologi dan inovasi di bidang konstruksi, bermunculan alternatif metode konstruksi lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerjaan. Metode yang diterapkan adalah metode top-down. Pada metode ini, pekerjaan rubanah dimulai dari lantai paling atas rubanah dan dilanjutkan lapis demi lapis hingga kedalaman rubanah yang diinginkan, bersamaan dengan operasi penggalian rubanah. Pekerjaan bawah tanah dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan cangkang atas, sehingga mempersingkat masa konstruksi. Kedua metode konstruksi tersebut mempunyai perbedaan dalam cara kerja dan proses konstruksi sehingga mempengaruhi biaya dan waktu. Tugas akhir ini membandingkan metode konstruksi bottom-up dan top-down dari segi biaya dan waktu. Proyek yang diteliti adalah pembangunan Rubanah Gedung X di Bandung. Untuk kedua metode tersebut, dilakukan penelitian literatur dan pengumpulan data, analisis praktik, penghitungan kebutuhan material dan perkakas, analisis produktivitas dan durasi, serta analisis penghitungan biaya. Kedua metode tersebut ditinjau dari segi biaya dan waktu. Untuk membandingkan kedua metode konstruksi tersebut dibutuhkan gambar kerja untuk perhitungan volume, metode pelaksanaan dari masing-masing metode, koefisien pengali dari Permen PUPR Nomor 28/PRT/M/2016 dan harga satuan alat dan material untuk menghitung biaya konstruksi, serta durasi pekerjaan. Dari data tersebut diolah menjadi kebutuhan biaya konstruksi kedua metode berdasarkan Permen PUPR vii Insitut Teknologi Nasional Nomor 28/PRT/M/2016 dan durasi penjadwalan yang tersaji dalam barchart. Kedua metode dibandingkan berdasarkan metode kerja, kebutuhan biaya konstruksi, dan durasi pekerjaannya. Kata Kunci : Bottom-up kontruksi, Top-down kontruksi, analisa pengaruh metode bottom-up dan top-down pada pekerjaan basement.