ANALISIS RISIKO KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) PADA PELAKSANAAN KONTRUKSI TEROWONGAN PLTA JATIGEDE (2x55MW)
Pelaksanaan Kontruksi Terowongan Air PLTA memiliki potensi risiko kecelakaan kerja, sehingga diperlukan analisis dari faktor penyebab kecelakaan kerja yang mungkin terjadi selama proses kontruksi. Minimnya penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab risiko kecelakaan kerja dan tingkat risiko kecelakaan kerja yang mungkin terjadi beserta pengendalaiannya. Metode yang digunakan yaitu occurance dan Skala tingkat risiko kecelakaan kerja sesuai dengan standar penilaian risiko HIRARC. Berdasarkan hasil penelitian pada pelaksanaan Kontruksi Terowongan Air PLTA Jatigede 2x55MW diperoleh 60 variabel risiko kecelakaan kerja dengan nilai skala tingkat risikonya yang diantaranya Pekerjaan Tahapan perisapan dengan variabel risiko non-teknis moderate adalah pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan dan tebing dan variabel risiko non-teknis tinggi adalah pekerja terkilir, keram, kelelahan dan material terjatuh dari kendaraan. Pekerjaan tanah yang memliki variabel risiko moderate adalah kerusakan pada alat bor, pekerja terbentur alat bor, terperosok, kecekalaan kendaraan dan pembuangan material hasil ledakan, dan tertimpa atau terkena material beton, variabel risiko non-teknis tinggi adalah terjatuh dari ketinggian, terkilir, kekurangan oksigen, tertimpa batu, material beton terhirup, iritasi kulit dan mata, variabel risiko teknis tinggi adalah pekerjaan yang berkaitan dengan peledakan dan kendaraan dan variabel risiko non-teknis sangat tinggi adalah kekurangan oksigen. Pekerjaan Secondary Structure yang memiliki variabel moderate adalah tertusuk material wire mesh dan pekerja terbentur alat bor, variabel risiko non-teknis tinggi adalah pekerjaan pengelasan, kekurangan oksigen, tertimpa material beton, iritasi kulit dan mata. Pekerjaan Primary Structure yang memiliki variabel resiko moderate adalah tersandung material reebar, tertimpa material bekisting, tertimpa atau terkena material beton dan pekerja kehilangan fokus, variabel risiko non-teknis tinggi adalah terkilir kram atau kelelahan, kekurangan oksigen dan iritasi kulit dan mata, dan pekerjaan yang berkaitan dengan kendaraan
Kata Kunci : Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), HIRARC, Variabel Risiko
Detail Information
Citation
APA Style
. (2025).ANALISIS RISIKO KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) PADA PELAKSANAAN KONTRUKSI TEROWONGAN PLTA JATIGEDE (2x55MW) ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS RISIKO KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) PADA PELAKSANAAN KONTRUKSI TEROWONGAN PLTA JATIGEDE (2x55MW) ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text
MLA Style
.ANALISIS RISIKO KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) PADA PELAKSANAAN KONTRUKSI TEROWONGAN PLTA JATIGEDE (2x55MW) ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text
Turabian Style
.ANALISIS RISIKO KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA (K3) PADA PELAKSANAAN KONTRUKSI TEROWONGAN PLTA JATIGEDE (2x55MW) ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text