// <![CDATA[PENGARUH FLY ASH DAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER]]> Erma Desimaliana, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD FIRAS MUALIM / 222021131 Penulis
Penggunaan semen pada mortar konvensional menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan. Hal tersebut membuat terciptanya mortar geopolimer, yang memanfaatkan fly ash dan abu ampas tebu sebagai material penyusun yang menjadikan mortar geopolimer lebih ramah lingkungan. Kandungan silika (SiO2) dan Alumina (Al2O3) yang terkandung pada fly ash serta abu ampas tebu membuat kedua material ini dapat berfungsi sebagai bahan pozzolan untuk membentuk reaksi geopolimerisasi. Metode yang digunakan berupa eksperimen dengan variasi abu ampas tebu terhadap fly ash yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari untuk mengetahui nilai kuat tekan pada mortar geopolimer. Hasil pengujian didapatkan nilai kuat tekan maksimum pada 28 hari berada di variasi 80% FA : 20% AAT dengan nilai kuat tekan mencapai 46,95 MPa. Hal tersebut membuktikan bahwa abu ampas tebu dapat dimanfaatkan sebagai material penyusun dalam pembuatan mortar geopolimer, karena mampu meningkatkan kuat tekan secara signifikan jika menggunakan perbandingan volume yang seimbang antara fly ash dan abu ampas tebu.