// <![CDATA[EVALUASI RENCANA TATA RUANG WILAYAH BERDASARKAN TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 OLI TIME SERIES PADA GOOGLE EARTH ENGINE (STUDI KASUS:]]> 119910601 - Dr. Ir. Hary Nugroho, M.T Dosen Pembimbing 1 RENALDY NOOR PAMUNGKAS WALEULU / 232019062 Penulis
Kota Ambon terletak di bagian timur Negara Kesatuan Republik Indonesia tepatnya di provinsi Maluku. Kota Ambon merupakan Ibu Kota Provinsi Maluku dengan luas wilayah administrasinya adalah 359,45 km2. Pertumbuhan penduduk Kota Ambon mengalami peningkatan dalam rentan waktu 10 tahun terakhir, peningkatan jumlah penduduk meningkatkan kebutuhan akan lahan terbangun yang menyebabkan perubahan tutupan lahan. Maka dari itu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dibutuhkan bagi pemerintah maupun masyarakat untuk dijadikan pedoman pemanfaatan lahan. Perubahan tutupan lahan adalah perubahan yang terjadi terhadap gambaran obyek di permukaan bumi yang diperoleh dari sumber data terpilih dan dikelompokkan ke dalam kelas-kelas tutupan lahan yang sesuai dengan kebutuhannya. Salah satu teknik untuk pemantauan data perubahan tutupan lahan yaitu pengindraan jauh. Google Earth Engine merupakan salah satu platform yang dapat digunakan untuk pengolahan citra dan mendapatkan informasi tutupan lahan. Citra satelit landsat 8 serta metode klasifikasi terbimbing (supervised) dengan algoritma Classification and Regression Trees (CART) digunakan dalam melakukan penelitian ini, dan pada penelitian ini dianalisis perubahan tutupan lahan dan kesesuaiannya dengan RTRW. Berdasarkan hasil penelitian, peningkatan perubahan tutupan lahan yang mengalami tren positif pada rentang periode tahun 2014, 2018, dan 2022 yaitu lahan terbangun dan badan air. Sedangkan perubahan tutupan lahan yang mengalami tren negatif yaitu vegetasi dan lahan terbuka. Berdasarkan hasil klasifikasi tutupan lahan memiliki overall accuracy yang cukup tinggi yaitu 88,85% pada tahun 2014 dan 83,61% pada tahun 2018 dan 2022 sebesar 88,98. Berdasarkan hasil untuk kesesuaiannya dengan RTRW mengalami tren positif yang tidak begitu signifikan yaitu kenaikan kesesuaian tutupan lahan dan RTRW sebesar 2%.