// <![CDATA[FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI UNTUK PERJALANAN KERJA DI WILAYAH BANDUNG TIMUR]]> 0422087601 - Ratna Agustina S.T., M.T., DEA., Ph.D Dosen Pembimbing 1 JANI AULIA RAHMANIAR GINANJAR / 242021015 Penulis
Transportasi merujuk pada kegiatan memindahkan barang atau manusia dari satu tempat ke tempat lainnya menggunakan alat yang digerakkan oleh tenaga mesin atau manusia. Moda transportasi memainkan peran yang penting dalam mendukung kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan mereka. Pertumbuhan yang pesat di Wilayah Bandung Timur sebagai kawasan penyangga Kota Bandung berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat dan kebutuhan akan moda transportasi yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi untuk perjalanan kerja di Wilayah Bandung Timur dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis digunakan dengan regresi logistik multinomial terhadap variabel karakteristik pelaku perjalanan (usia, tingkat Pendidikan terakhir, domisili, status pekerjaan, pendapatan perbulan, kepemilikan SIM, dan kepemilikan kendaraan) serta karakteristik perjalanan (waktu tempuh, jarak tempuh, rata-rata frekuensi, pengeluaran transportasi, dan lokasi tempat bekerja). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor karakteristik pelaku perjalanan seperti usia, tingkat pendidikan terakhir, domisili, status pekerjaan, dan penghasilan per bulan secara signifikan mempengaruhi pemilihan moda transportasi. Sedangkan dari karakteristik perjalanan, waktu tempuh dan pengeluaran transportasi juga berpengaruh signifikan. Responden dengan usia muda, pendidikan menengah, dan pendapatan menengah cenderung memilih motor pribadi. Sedangkan mobil pribadi dipilih oleh pria berusia 26-35 tahun dengan pendidikan dan penghasilan tinggi, transportasi umum dipilih oleh individu yang lebih tua, tidak memiliki kendaraan, dan berjenis kelamin perempuan. Temuan ini menunjukkan perlunya kebijakan transportasi yang responsif terhadap karakteristik sosial ekonomi masyarakat. Rekomendasi utama meliputi peningkatan transportasi umum dan pengurangan moda kendaraan pribadi dengan cara meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi transportasi umum, meningkatkan kenyamanan layanan transportasi umum, menyediakan insentif atau subsidi, menerapkan kebijakan kendaraan pribadi, dan mengedukasi dan kampanye.