// <![CDATA[IDENTIFIKASI PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMUM PADA TRANS METRO BANDUNG KORIDOR 3]]> FADILA RISTIANTI VIANY / 242021037 Penulis Dr. Sadar Yuni Rahardjo, Ir., MT., Dosen Pembimbing 1
Perkembangan Kota Bandung sebagai kota metropolitan dimulai sejak wilayah tersebut berkembang sebagai pusat administratif Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung mengalami peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Kepadatan lalu lintas di Kota Bandung terjadi sebagai akibat dari jumlah kendaraan yang tinggi yang mengisi jalanan kota dan menyebabkan peningkatan kebutuhan akan sistem transportasi publik yang inklusif dan efisien. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah Kota Bandung menyediakan transportasi publik sebagai komitmen untuk mengendalikan masalah akibat kepadatan lalu lintas dengan adanya Trans Metro Bandung yang terdiri dari 5 koridor. Namun pada pelayanannya, khusnya pada Trans Metro Bandung koridor 3 terdapat beberapa permasalahan yang mengakibatkan kesenjangan antara kinerja pelayanan dan harapan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketercapaian pelayanan berdasarkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) sesuai dengan PM 10 Tahun 2012 serta melakukan penilaian terhadap kepuasan penumpang melalui perbandingan antara kinerja dan harapan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix methods) dengan pendekatan sequential exploratory. Proses analisis diawali menggunakan metode deskriptif kualitatif, skoring fasilitas untuk memperoleh pemahaman terhadap kondisi fasilitas layanan, kemudian dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan Importance Performance Analysis (IPA), Model kano, serta Integrasi IPA dan model kano. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa sebagian fasilitas pelayanan belum memenuhi seluruh indikator yang tercantum dalam standar pelayanan minimum. Terdapat beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan dan menjadi prioritas utama perbaikan oleh penyelenggara yaitu pada aspek keamanan. Indikator tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang ada masih belum optimal dan perlu perbaikan serta peningkatan fasilitas layanan secara menyeluruh.