// <![CDATA[EVALUASI KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI CITARUM BAGIAN HULU]]> 0421077802 - Kancitra Pharmawati ST, MT. Dosen Pembimbing 1 Naufal Hilmi Liesdiawan / 252018067 Penulis Dr. Rizka Maria, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2
Sungai Citarum, sungai terbesar di Provinsi Jawa Barat mengalami pencemaran berat akibat aktivitas manusia seperti rumah tangga, pertanian, dan industri, kadar logam berat akan meningkat bila limbah yang banyak mengandung unsur logam berat masuk ke dalam lingkungan perairan sehingga akan terjadi racun bagi organisme perairan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pencemaran logam berat Fe, Mn, Pb, Cu, Cr, dan Cd, mengidentifikasi pengaruh parameter fisika dan kimia terhadap logam berat, Mengidentifikasi Tingkat pencemaran menggunakan Pollution Load Index (PLI) untuk sedimen dan Heavy Metal Pollution Index (HPI) untuk perairan, mencari rentang nilai PLI dan HPI dengan menggunakan kelas interval, menghitung nilai koefisien determinasi. Penelitian menggunakan metode pengukuran logam berat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil pengukuran logam berat didapat parameter yang sudah melebihi baku mutu menurut Guidelines for the Protection and Management of Aquatic Sediment Quality in Ontario yaitu Fe, Mn untuk sedimen dan logam berat di perairan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 kelas 2 Fe, Mn dan Pb. Tingginya konsentrasi parameter pH, suhu, DO dan kecepatan arus berbanding lurus terhadap tingginya konsentrasi logam tetapi untuk parameter TDS berbanding terbalik. Berikut nilai koefisien determinasi dengan urutan dari yang terbesar yaitu Fe > Mn > Cu > Pb >Cr > Cd, yang menunjukan bahwa semakin besar nilai koefisien determinasi maka semakin kuat logam berat terikat dengan sedimen.