PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENYAMAKAN KULIT MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI
Industri penyamakan kulit menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang signifikan. Dalam proses penyamakan 1 ton kulit basah, dibutuhkan sekitar 40 m³ air, dan limbah cair yang dihasilkan mengandung berbagai bahan kimia tambahan. Penelitian ini menggunakan metode elektrokoagulasi untuk mengolah air limbah penyamakan kulit, dengan tujuan mengevaluasi pengaruh parameter operasi terhadap penyisihan konsentrasi pH, TSS, COD dan krom total (Cr-T). Proses elektrokoagulasi dilakukan menggunakan reaktor berupa gelas kimia dengan diameter 10,5 cm, tinggi 15 cm dan tinggi oprasional 12 cm secara batch system, elektroda yang digunakan adalah aluminium dan tembaga, dilakukan percobaan sebanyak 18 kali dengan pengaturan parameter kuat arus listrik dan waktu operasi serta katoda yang berbeda. Variasi kuat arus listrik diatur pada 1, 1,5 dan 2 A; serta waktu operasi pada 45, 90 dan 135 menit, katoda yang digunakan adalah alumunium dan tembaga sebagai pembanding, anoda menggunakan alumunium. Hasil percobaan dianalisis dengan membandingkan konsentrasi awal pH, TSS, COD, dan Cr-T dalam air limbah dengan konsentrasi setelah pengolahan, sehingga diperoleh persentase penyisihan. Berdasarkan hasil penelitian penyisihan yang paling tinggi pada parameter Cr-T, COD, dan TSS adalah pada waktu operasi 135 menit, kuat arus listrik 2A dan elektroda Al-Cu dengan penyisihan Cr-T sebesar 99,83%, COD 94,86%, dan TSS sebesar 87,87%.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2025).PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENYAMAKAN KULIT MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENYAMAKAN KULIT MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI ().Teknik Lingkungan:FTSP,2025.Text
MLA Style
.PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENYAMAKAN KULIT MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI ().Teknik Lingkungan:FTSP,2025.Text
Turabian Style
.PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENYAMAKAN KULIT MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI ().Teknik Lingkungan:FTSP,2025.Text