// <![CDATA[IDENTIFIKASI KONSENTRASI MERKURI PADA AIR DAN SEDIMEN DI SUNGAI AKIBAT AKTIVITAS PERTAMBANGAN EMAS SKALA KECIL]]> 0403097502 - Dr. Eka Wardani S.T,.M.T Dosen Pembimbing 1 ALJABAR AZIS SISWOYO / 252019093 Penulis
Pencemaran merkuri (Hg) akibat Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Sungai X, Kabupaten Tasikmalaya menjadi isu lingkungan yang serius. Merkuri yang digunakan dalam amalgamasi berpotensi mencemari air dan sedimen, membahayakan ekosistem perairan serta kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air berdasarkan parameter pH, suhu, kekeruhan, Dissolved Oxygen (DO), dan arus sungai, serta mengevaluasi tingkat kontaminasi Hg dalam sedimen menggunakan Contaminant Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo), dan Potential Ecological Risk Index (PERI). Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel di lima titik Sungai X yang mencakup hulu, sebelum tambang, area tambang, setelah tambang, dan hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Hg dalam sedimen di titik tambang mencapai 20 mg/kg, jauh di atas nilai konsentrasi background (0,141 mg/kg) dan baku mutu ANZECC. Nilai CF dan Igeo didapatkan nilai tinggi di area tambang, setelah tambang dan hilir, menunjukkan akumulasi merkuri dalam sedimen dan risiko ekologis yang signifikan. Dampak pencemaran ini dapat dikurangi melalui proses bioremediasi menggunakan bakteri beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat (indigenous) dan fitoremediasi dengan tanaman hiperakumulator yaitu tanaman tanaman yang mampu menyerap, mengakumulasi, dan mentoleransi kadar logam berat. Pemantauan berkala dan edukasi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan bagi penambang serta masyarakat diperlukan untuk mencegah pencemaran lebih lanjut.