// <![CDATA[PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI SENTRA INDUSTRI TAHU CIBUNTU KOTA BANDUNG]]> 0420088009 - Dr. Eng. Didin Agustian Permadi, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 WILDAN FADLULLAH / 252020044 Penulis
Lingkungan memegang peran penting dalam kehidupan manusia, namun kebersihannya sering terabaikan. Di Sentra Industri Tahu Cibuntu, limbah padat dan cair dari produksi tahu mencemari sungai-sungai sekitar, seperti Sungai Cigondewah, Sungai Cibuntu, dan Sungai Cikendal, sehingga menurunkan kualitas air dan mengganggu ekosistem. Limbah organik ini menyebabkan kerusakan lingkungan, ditandai dengan air keruh, bau busuk, dan kematian organisme akuatik, serta berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dengan meningkatnya risiko penyakit. Proses pembuatan tahu menggunakan total air sebanyak 15,79 ± 3 liter/kg kacang kedelai yang digunakan, dengan 8,52 ± 1,24 liter menjadi air limbah. Sentra Industri Tahu Cibuntu menghasilkan air limbah sebanyak 0,033 m³/s. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa air limbah industri tahu di daerah ini tidak memenuhi baku mutu, sehingga diperlukan upaya pengurangan penggunaan air pada berbagai tahapan produksi. Solusi yang diusulkan adalah penyaluran air limbah melalui saluran pipa ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baru seluas 2,71 hektar, yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. IPAL ini akan dilengkapi berbagai unit pengolahan, termasuk grit chamber, bak ekualisasi, bak netralisasi, bak sedimentasi primer, tangki aerasi, clarifier, gravity thickener, sludge drying bed, bak desinfeksi. Rencana Anggaran Biaya untuk pembuatan IPAL Sentra Industri Tahu Cibuntu yaitu sebesar Rp14.692.934.937.