// <![CDATA[Implementasi Arsitektur Hijau Pada Rumah Susun di Jalan Soekarno Hatta Bandung]]> Dr. Juarni Anita, S.T., M.Eng. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD MIFTAH FAUZI / 212018087 Penulis
Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat di Kota Bandung menyebabkan meningkatnya kebutuhan hunian, sementara ketersediaan lahan semakin terbatas. Rumah susun menjadi solusi efektif dalam menyediakan hunian vertikal yang efisien. Namun, pembangunan rumah susun yang tidak memperhatikan aspek lingkungan dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti peningkatan suhu perkotaan, tingginya konsumsi energi, dan berkurangnya kualitas udara. Oleh karena itu, implementasi desain arsitektur hijau menjadi pendekatan yang relevan untuk menciptakan hunian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis penerapan konsep arsitektur hijau dalam rumah susun di Kota Bandung. Data diperoleh melalui studi literatur, observasi, dan analisis kebijakan terkait pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur hijau, seperti optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami, penggunaan material ramah lingkungan, serta integrasi ruang hijau, dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi jejak karbon, serta menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya implementasi desain arsitektur hijau, rumah susun di Kota Bandung tidak hanya berfungsi sebagai hunian terjangkau tetapi juga sebagai solusi dalam menghadapi tantangan lingkungan perkotaan. Diperlukan dukungan dari pemerintah, pengembang, dan masyarakat untuk memperluas penerapan konsep ini guna mewujudkan kota yang lebih hijau, berkelanjutan, dan layak huni.