// <![CDATA[PERANCANGAN BANGUNAN “JAVA DWIPA EXHIBITION CONVENTION” DENGAN INTEGRASI PENDEKATAN ARSITEKTUR ANALOGI KONTEMPORER DI KOTA BANDUNG]]> Dwi Kustianingrum, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 FAREL ALTHAAFSYAH / 212020109 Penulis
Pariwisata menjadi salah satu sektor penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, salah satu kota yang berpotensi sebagai kawasan parisiwasata adalah Kota Bandung dengan sejarah arsitektur dan segala kekayaan budaya lokal yang ada. Java Dwipa Exhibition Convention adalah bangunan MICE di Jalan Kiaracondong, yang dirancang dengan menerapkan tema integrasi arsitektur analogi dan arsitektur kontemporer. Pendekatan yang di terapkan pada berbagai aspek desain, terutama bentuk bangunan yang beranalogikan kujang, tata letak ruang dalam pada bangunan, menyertakan ornamenornamen Sunda, serta pemilihan material terkini yang bertemakan kontemporer. Dengan merancang bangunan yang mendukung kegiatan MICE, memberikan pengalaman dengan koneksi budaya dan estetika lokal. Hasil perancangan Java Dwipa Exhibition Convention menghasilkan bangunan yang mentransformasikan bentuk kujang secara sederhana, menciptakan refleksi cahaya pada area hall dengan secondary skin pada fasad dimana cahaya tersebut menjadi sebuah arti bagi kepercayaan masyarakat Sunda. Tema ini juga diterapkan pada zona ruang dalam yang disebut triloka yang terbagi menjadi tiga bagian, Zona Bumi yang umumnya menjadi zona interkasi manusia pada lantai dasar seperti entrance, hall, lobby. Zona Kawula di lantai mezzanine yang difungsikan sebagai area pendukung dimana terdapat area reatail, restoran, dan foodcourt. Zona Swarga di lantai tiga, pada zona ini suasana tenang dihadirkan sebagai penggunaan ruang konvensi, dan ruang meeting.