// <![CDATA[PERHITUNGAN SETTING RELE ARUS LEBIH DAN RELE GANGGUAN TANAH AKTUAL PADA TRANSFORMATOR II - IBT 31 MVA 150 / 70 KV.]]> GILANG BAYU SEGARA / 11.2000.066 / EL Dosen Pembimbing 1 Ir. Soenarjo Teguh Arfianto, ST.
Transformator sebagai salah satu peralatan listrik pada sistem tenaga listrik berperan utama dalam menyalurkan energi. Oleh karena itu, transformator dituntut untuk dapat bekerja tanpa gangguan akan tetapi, dalam kenyataannya gangguan tegangan lebih dan gangguan arus lebih selalu terjadi pada transformator hal ini dapat menyebabkan terganggunya kontinuitas penyaluran energi ke konsumen. Salah satu penyebab gangguan arus lebih adalah hubung singkat yaitu, hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ke tanah. Untuk mengamankan transformator dari gangguan arus lebih maka dibutuhkan suatu sistem proteksi berupa pengetanahan netral transformator dan rangkaian rele proteksi untuk mentrip pemutus tenaga (PMT). Dalam mendesain rangkaian rele proteksi dibutuhkan suatu studi tentang gangguan yang berupa perhitungan besarnya arus gangguan hubung singkat 3 fasa, 2 fasa, dan 1 fasa ke tanah serta perhitungan waktu yang diperlukan oleh rele untuk bekerja. Laporan tugas akhir ini membahas mengenai perhitungan setting rele OCR dan GFR, dimana perhitungan yang dilakukan dimaksudkan untuk mempertimbangkan kelayakan penggunaan rele arus lebih (Over Current Relay) maupun rele gangguan tanah (Ground Faulth Relay) pada trafo II-IBT agar setting waktu aktual (tS ) rele bekerja pada standar yang telah ditentukan yaitu tS £ 2 detik. Parameter yang dibutuhkan dalam melakukan perhitungan setting waktu aktual adalah TMS (Time Multiplier Setting), setting arus dari rele proteksi, dan arus gangguan antar fasa untuk perhitungan setting aktual dari rele arus lebih dan arus gangguan satu fasa ke tanah untuk perhitungan setting aktual dari rele gangguan tanah. Untuk mengurangi kemungkinan kerusakan akibat gangguan hubung singkat digunakan sistem pentanahan titik netral melalui tahanan dan sistem proteksi dengan pemasangan rele differensial sebagai rele proteksi utama pada transformator, dimana fungsi utama-nya adalah mendeteksi adanya gangguan hubung singkat antar fasa dan antar fasa ke tanah sedangkan rele arus lebih (OCR) dan rele gangguan tanah (GFR) berfungsi sebagai rele cadangan pada transformator yang akan membuka pemutus (PMT) sehingga bagian yang mengalami gangguan dapat dipisahkan dari rangkaian sistem.