<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="19821">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KAMPANYE UNTUK MENEMUKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK PASCA PERCERAIAN ORANG TUA MELALUI MEDIA WEBSITE]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>0416066801 - Wiwi Isnaini, S.Sn., M.Ds.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rahmita Binar Anjani / 332018064</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Desain Komunikasi Visual]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FAD]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perceraian merupakan keputusan yang dapat memengaruhi beberapa pihak sekaligus. Tingkat perceraian di Indonesia sendiri pada tahun 2022 meningkat 15.31% dengan membandingkan total 2021. Total perceraian pada tahun 2022 mencapai 516.334 kasus dengan peningkatan 447.743 kasus dari tahun 2021. Penyebab utama perceraian pada tahun 2022 adalah pertengkaran dan perselisihan. Meskipun perceraian dilakukan atas dasar karena
perbedaan antara orang tua, pihak orang tua dan pihak anak tidak terlepas dari efek negatif yang ditimbulkan. Salah satunya merupakan tingkat kepercayaan diri pada anak yang merupakan titik penting dalam perkembangan anak sebagai individu. Pandangan masyarakat pada perceraian masih dilihat sebagai dosa besar, aib atau tindakan rasa tak kasih sayang pada anak karena memisahkan anak dari sosok dua orang tua yang umumnya dilihat sebagai orang tua lengkap. Diharapkan dengan perancangan website dengan penggunaan narasi yang didapatkan dari insight korban perceraian yang dilakukan melalui wawancara dan referensi buku, anak dan orang tua dapat menemukan jawaban menanggapi perubahan pasca perceraian.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1305DKV/25]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1305DKV/25]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[1305DKV/25]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="21670" url="" path="/332018064_1305DKV.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[KAMPANYE UNTUK MENEMUKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK PASCA PERCERAIAN ORANG TUA MELALUI MEDIA WEBSITE]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[19821]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-07 11:39:35]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-08-07 11:39:46]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>