// <![CDATA[Perancangan Kampanye Membangun Kesadaran Pemakaian Pakaian yang Lebih Berkelanjutan & Beretika Melalui Digital Kampanye Silih Tukar]]> Agus Rachmat Mulyana, M.Ds. Dosen Pembimbing 1 Wuri Widyani Hapsari, S.Ds., M.Ds. Dosen Pembimbing 2 Faris Hilmi Rahmadian / 332020018 Penulis
Bertambahnya usia bumi dan fenomena yang terjadi telah membawa perubahan bagi kehidupan manusia. Salah satu fenomena yang terjadi dan melekat dalam kehidupan manusia adalah fenomena “fast fashion”. Fast fashion merupakan istilah yang digunakan oleh industri tekstil untuk menggambarkan produksi berbagai model fesyen yang cepat berganti dalam waktu singkat. Tak hanya itu, industri ini cenderung menggunakan bahan baku berkualitas rendah yang tidak awet. Penggunaan bahan baku yang tidak awet membuat konsumen cenderung membeli pakaian lagi. Nampaknya pemakaian pakaian yang berkelanjutan bisa menjadi upaya untuk menanggulangi dampak dari industri fast fashion. Dengan memiliki kesadaran akan ethical consumption terhadap pakaian, dengan cara mengurangi pembelian pakaian yang berlebih dan mengonsumsi pakain dengan rentang waktu yang cukup lama (2 tahun atau lebih) dapat mengurangi jejak karbon, air, dan limbah pakaian kita (Elizabeth L Cline).