// <![CDATA[PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP PENDIDIKAN DASAR SOSIAL ORANG TUA UNTUK ANAK TUNARUNGU PRASEKOLAH]]> 0426097405 - Sri Retnoningsih, S.Sn., M.Ds. Dosen Pembimbing 1 AGUNG BUANA SILVAYANA / 332020125 Penulis
Judul dari penelitian ini adalah “Perancangan Buku Ilustrasi Sebagai Media Edukasi Terhadap Pendidikan Dasar Sosial Orang Tua Untuk Anak Tunarungu Prasekolah”. Menurut Amelia (2022) menyatakan bahwa “Anak usia dini perlu distimulasi sejak awal, termasuk perkembangan sosialnya. Perkembangan sosial merupakan kemampuan individu dalam berinteraksi, berkomunikasi serta penyesuaian diri terhadap lingkungan, baik lingkungan rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat”. Berdasarkan Pendataan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat tahun 2014, terdapat 15.096 orang penyandang tunarungu/wicara tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dalam Sutjihati, Mufti Salim (1984:8) menyimpulkan bahwa anak tunarungu adalah anak yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar yang disebabkan oleh kerusakan atau tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran sehingga ia mengalami hambatan dalam perkembangan bahasanya. Ia memerlukan bimbingan dan pendidikan khusus untuk mencapai kehidupan lahir batin yang layak. Gangguan pendengaran ini memengaruhi kemampuan verbal, sehingga tunarungu menggunakan bahasa isyarat. Di SLB (Sekolah Luar Biasa), mereka belajar SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) atau BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia). Dimana SIBI menjadi acuan dari penelitian ini sesuai dengan tujuan dan data konkret yang didapat dari wawancara. Dalam penelitian tugas akhir ini, penulis menggunakan berbagai metode untuk pengumpulan data dan analisis karya. Metode yang diterapkan meliputi studi pustaka terhadap data visual berupa buku ilustrasi bahasa isyarat, sertaliteratur dan jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Selain itu, penulis melakukan observasi langsung terhadap cara komunikasi anak-anak tunarungu di dua SLB di Kota Bandung. Wawancara juga dilakukan dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi terkait objek penelitian, seperti guru SLB, kepala sekolah, orang tua siswa, dan psikolog. Penulis juga menyebarkan kuesioner kepada orang tua anak unarungu, guru, dan masyarakat umum untuk mengetahui preferensi terkait gaya gambar buku ilustrasi interaktif serta konten yang sesuai untuk pembelajaran dasar sosial anak tunarungu prasekolah. Metode ini bertujuan untuk mengukur ketertarikan terhadap pembelajaran anak usia dini, memberikan stimulus awal bahasa isyarat agar anak lebih siap saat memasuki masa sekolah, serta meningkatkan kesadaran orang tua dalam mendidik anak mengenai pemahaman sosial sejak dini.