// <![CDATA[PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM KOMUNIKASI KEBERANGKATAN KERETA API DARI STASIUN KERETA API KE PINTU PERLINTASAN BERBASISKAN KOMUNIKASI SERIAL RD - 485.]]> HARRY RIADITYO / 11.200.118 / EL Dosen Pembimbing 1 Youllia Indrawaty N, ST., MT. Hendi Handian Rachmat, S.T., M.T., Ph.D
Mekanisme pemberian informasi kedatangan kereta api saat ini masih mengandung resiko, yaitu membutuhkan tingkat kewaspadaan yang tinggi dari operator pintu perlintasan saat kereta akan melewati pintu perlintasan. Sinyal genta yang diterima oleh operator pintu perlintasan hanya digunakan sebagai acuan bahwa kereta telah diberangkatkan dari stasiun terdekat, bukan sebagai acuan untuk menutup pintu perlintasan. Untuk kondisi tersebut dibutuhkan suatu sistem yang dapat memperbaiki mekanisme pemberian informasi kedatangan kereta api sehingga dapat mempermudah tugas operator pintu perlintasan dan mengurangi kemungkinan resiko terjadinya kecelakaan pada pintu perlintasan akibat kelalaian operator pintu perlintasan. Berdasarkan hal tersebut, maka pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan sistem komunikasi keberangkatan kereta api dari stasiun ke pintu perlintasan. Sistem komunikasi yang dirancang meliputi pendeteksian kereta api pada saat berada pada stasiun atau pintu perlintasan dan pemberitahuan kedatangan kereta api dari stasiun ke pintu perlintasan sesuai dengan arah kereta api yang bersangkutan menghadap. Sensor yang digunakan untuk pendeteksian kereta api adalah sensor infra merah dan sakelar mekanik (switch). Mikrokontroler digunakan sebagai unit pemroses, kondisi jalur rel kereta api ditampilkan pada display LCD dan LED. Komunikasi antara stasiun dengan pintu perlintasan menggunakan komunikasi serial RS-485. Berdasarkan hasil pengujian, sistem telah berhasil dibangun dengan baik. Sensor infra merah dapat mendeteksi keberadaan kereta api sesungguhnya dengan jarak antara pemancar dan penerima sejauh 3 (tiga) meter melalui pengaturan frekuensi pemancar sebesar 3.5 kHz dan pemberian delay sebesar 2.5 ms pada perangkat lunak. Komunikasi serial RS-485 dapat dilakukan antar subsistem (unit) untuk jarak 100 (seratus) meter. Seluruh sistem terintegrasi dan berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.