// <![CDATA[KAJIAN BYPASS TURBIN DI PLTU PALABUHAN RATU UNIT 1 UNTUK KETAHANAN SISTEM LISTRIK ANTI BLACKOUT]]> ANNISA FITRI SHAUMI / 612023001 Penulis Dr. Ir. Agus Hermanto,M.T. Dosen Pembimbing 1
Gangguan sistem kelistrikan tidak dapat diketahui atau diprediksi waktu terjadinya sehingga perlu adanya antisipasi penanganan gangguan tersebut. Salah satu gangguan yang terjadi di Indonesia adalah blackout pada tahun 2019 yang menimbulkan banyak kerugian di semua sektor. Pembangkit yang mengalami blackout adalah yang terhubung dengan pembangkitan Jawa-Madura-Bali (JAMALI) salah satunya adalah PLTU Palabuhan Ratu Unit 1-3 berkapasitas 3 x 350 MW yang berlokasi di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Setelah audit dilakukan, PLTU Palabuhan Ratu tidak dapat uji houseload dikarenakan desain sistem bypass turbin <40% yang seharusnya PLTU bisa melakukan houseload 65% bypass. Hal ini menyebabkan PLTU Pelabuhan Ratu perlu melakukan assestment terhadap peralatan pipa High Pressure (HP) – Low Pressure (LP) bypass dan juga kondensor. Hasil dari assestment pipa HP dapat melakukan houseload bypass hingga 50% sedangkan pipa LP dapat melakukan houseload bypass hingga 75%. Hasil dari assestment kondensor untuk houseload 35% bypass adalah sebesar 533 MW sedangkan untuk houseload 65% bypass adalah sebesar 615 MW yang artinya dari kedua nilai ini sistem bypass tidak mampu untuk menangani houseload dikarenakan kapasitas maksimum (120%) kondensor sebesar 497 MW. Adanya penambahan rock muffler di PLTU Palabuhan Ratu menjadikan sistem bypass turbin dapat melakukan houseload 65% bypass sesuai standar pembangkit. Dimensi tangki dari rock muffler sebesar 6 x 4 x 3 m, diisi dengan bebatuan dan pipa yang memiliki lubang kecil-kecil untuk mendistribusikan steam.