// <![CDATA[ANALISA KESIAPAN SISTEM ELEKTRIKAL UNTUK UJI HOUSELOAD PT. PLN INDONESIA POWER PLTU PALABUHAN RATU]]> 0401086801 - Dr. Agus Hermanto Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 KHAIRUL ASLAM / 612023005 Penulis
Blackout yang terjadi pada 4 Agustus 2019 mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, sebagian Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Blackout terjadi karena adanya gangguan pada SUTET 500 kV di Ungaran dan Pemalang. Evaluasi yang dilakukan oleh PLN adalah dengan melakukan uji houseload pada pembangkit yang berfungsi untuk mempercepat proses recovery blackout demi mencapai tujuan utama dari defence scheme kelistrikan. Dilakukan 3 skenario uji houseload sebesar 0%, 35%, dan 65% opening bypass untuk melihat kesiapan sistem peralatan elektrikal dan sistem proteksi eksisting dalam uji houseload. Untuk PLTU Palabuhan Ratu kondisi houseload 0% opening bypass generator bekerja sebesar 96.38% menghasilkan daya keluaran sebesar 337.32 MW dan daya reaktif sebesar 208.80 MVAR. Pada kondisi houseload 35% opening bypass generator bekerja sebesar 65.03% menghasilkan daya keluaran sebesar 227.59 MW dan daya reaktif sebesar 140.88 MVAR. Pada kondisi houseload 65% opening bypass generator bekerja sebesar 35.03% menghasilkan daya keluaran sebesar 122.60 MW dan daya reaktif sebesar 75.89 VAR. Sistem elektrikal di PLTU Palabuhan Ratu sudah di desain untuk dapat mengakomodir kondisi houseload sampai 81.9%. Berdasarkan data setting relay roteksi, sistem akan cut-off/shut down pada persentase kerja generator 18.10%. Yang menjadi perhatian adalah nilai cut-off/shut down tersebut berada di atas daya Pemakaian Sendiri (PS) sebesar 24.90 MW atau sebesar 7.11% persentasi kerja generator, yang artinya pada saat akan melakukan start-up, pembangkit harus menggunakan Service Station Transformer (SST) sebagai sumber tenaga listrik. Apabila kondisi blackout terjadi, tenaga listrik yang dibutuhkan SST tidak tersedia karena Gardu Induk yang menjadi terminal supply sudah trip seiring dengan shut down-nya sistem pembangkitan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa sistem elektrikal dan sistem proteksi eksisting PLTU Palabuhan Ratu dinyatakan siap untuk melakukan uji houseload, namun sistem elektrikal tidak disiapkan untuk dapat start-up secara mandiri saat terjadi blackout.