PENERAPAN BATIK DURIAN SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL PADA INTERIOR GEDUNG GRIYA BUMI SILAMPARI LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN
Pembangunan infrastruktur pemerintahan tidak hanya berfungsi untuk mendukung kegiatan administratif, tetapi juga memiliki peran strategis dalam merepresentasikan identitas dan citra suatu daerah. Di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, kekayaan budaya lokal seperti tradisi gotong royong, seni ukir, dan Batik Durian menjadi potensi yang dapat diangkat melalui pendekatan desain interior pada bangunan pemerintahan. Studi ini membahas perancangan interior Gedung Griya Bumi Silampari sebagai ruang multifungsi untuk kegiatan resmi pemerintah, dengan fokus pada integrasi unsur budaya lokal ke dalam desain ruang. Pendekatan desain mengutamakan penerapan motif Batik Durian, bentuk simbolik dari tarian Silampari, serta pemilihan material khas daerah sebagai elemen utama dalam menciptakan suasana yang representatif, bermakna, dan estetis. Konsep “Keindahan Tradisi dalam Harmoni Modern” menjadi dasar penggabungan nilai tradisional dengan gaya modern yang relevan. Hasilnya, rancangan interior diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga mampu memperkuat narasi budaya dan menjadi ikon baru yang merefleksikan jati diri Kota Lubuklinggau.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2025).PENERAPAN BATIK DURIAN SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL PADA INTERIOR GEDUNG GRIYA BUMI SILAMPARI LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN ().Desain Interior:FAD
Chicago Style
.PENERAPAN BATIK DURIAN SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL PADA INTERIOR GEDUNG GRIYA BUMI SILAMPARI LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN ().Desain Interior:FAD,2025.Text
MLA Style
.PENERAPAN BATIK DURIAN SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL PADA INTERIOR GEDUNG GRIYA BUMI SILAMPARI LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN ().Desain Interior:FAD,2025.Text
Turabian Style
.PENERAPAN BATIK DURIAN SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA LOKAL PADA INTERIOR GEDUNG GRIYA BUMI SILAMPARI LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN ().Desain Interior:FAD,2025.Text