// <![CDATA[PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN LANTAI 3 GEDUNG PRODUKSI KESEHATAN PT. X]]> Nasrun Hariyanto, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 2 0424039301 - Dini Fauziah,S.Pd.,M.T Dosen Pembimbing 1 IRGGIE RAIHAN HAFIZH SISWARA / 112018006 Penulis
Pencahayaan yang optimal tercapai apabila parameter iluminansi (lux), tingkat keseragaman (uniformity), dan tingkat kesilauan sesuai dengan standar yang berlaku, seperti SNI 6197:2020 dan EN 12464-1. Penelitian ini membahas perencanaan sistem pencahayaan buatan pada lantai 3 gedung produksi kesehatan, yang berfungsi sebagai area produksi farmasi dan perkantoran. Minimnya pencahayaan alami pada area tersebut mengakibatkan ketergantungan penuh terhadap sistem pencahayaan buatan. Jenis lampu pencahayaan eksisting yang menggunakan lampu LED TL dievaluasi menggunakan simulasi pada perangkat lunak DIALux Evo serta perhitungan manual berdasarkan standar SNI 6197:2020 dan EN 12464-1. Hasil simulasi awal menunjukkan terdapat penggunaan CorePro LEDtube sebanyak 90 unit, lampu MAS LEDtube 1200mm sebanyak 298 unit, lampu MAS LEDtube 600mm sebanyak 248 unit. Upaya pengurangan efesiensi energi dilakukan dengan mengganti jenis luminer LED TL menjadi LED batten dan LED panel, serta menyesuaikan konfigurasi penempatannya, yang kemudian disimulasikan ulang. Hasil simulasi dengan luminer baru menunjukkan peningkatan signifikan, antara lain penurunan konsumsi daya dari 9.537,6W W menjadi 5.549,6 W, penurunan Lighting Power Density (LPD) dari 8,73W/m² menjadi 5,08 W/m², serta pemenuhan seluruh parameter standar pencahayaan pada setiap ruangan. Selain meningkatkan efisiensi energi, penerapan luminer rekomendasi juga berdampak pada pengurangan kapasitas instalasi listrik, yaitu perubahan spesifikasi Miniature Circuit Breaker (MCB) dari 25 A menjadi 16 A, serta penurunan ukuran kabel dari 4C × 6 mm² menjadi 4C × 4 mm².