// <![CDATA[PENILAIAN KESIAPSIAGAAN STAKEHOLDER DALAM SIKLUS MANAJEMEN BENCANA TERHADAP BAHAYA RIP CURRENT DI PANTAI PANGANDARAN]]> 0424097803 - Yessi Nirwana Kurniadi., S.T., M.T., Ph.d Dosen Pembimbing 1 ADITYA HARRI SANTOSA / 222019253 Penulis
Rip current merupakan bahaya utama di Pantai Pangandaran yang kerap menimbulkan korban jiwa sehingga menuntut kesiapsiagaan stakeholder. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter kesiapsiagaan, menganalisis peran stakeholder (Balawista, BPBD, dan Unit Siaga SAR), serta mengevaluasi tingkat kesiapsiagaan berdasarkan empat indikator: pelatihan, edukasi, sarana pendukung, dan penutupan pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen Indeks Kesiapsiagaan, Observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan Balawista menjadi stakeholder utama pada fase kesiapsiagaan dengan skor 58% kategori (Hampir Siap). Namun, kelemahan masih terdapat pada SOP penutupan pantai, frekuensi pelatihan lintas sektor, dan kampanye keselamatan. Unit Siaga SAR merupakan stakeholder yang berfokus pada fase response dan berperan pada tanggap darurat pasca-insiden, sedangkan BPBD berfokus pada fase recovery. Hasil pengukuran menunjukkan kesiapsiagaan stakeholder terhadap bahaya rip current di Pantai Pangandaran termasuk persentase 58% termasuk dalam kategori (Hampir Siap). Kekuatan utama Balawista terdapat pada ketersediaan sarana dan peralatan pendukung, sedangkan kelemahan utama adalah ketiadaan SOP resmi penutupan pantai, rendahnya frekuensi pelatihan lintas sektor, dan kampanye keselamatan yang belum terstruktur dan berkelanjutan. Kata kunci: kesiapsiagaan, rip current, Pantai Pangandaran, stakeholder, mitigasi