// <![CDATA[PENGARUH BATIMETRI TERHADAP POLA PERGERAKAN RIP CURRENT DI PANTAI BARAT PANGANDARAN]]> 0424097803 - Yessi Nirwana Kurniadi., S.T., M.T., Ph.d Dosen Pembimbing 1 IKHSAN NUR FAZAR KUNDRANI / 222020119 Penulis
Rip current merupakan arus balik kuat dari pantai ke laut yang berbahaya bagi keselamatan wisatawan, terutama di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh batimetri terhadap pola pergerakan rip current di Pos 3 dan Pos 5. Survei batimetri menggunakan HI-Target Lite echosounder single-beam yang dilengkapi dengan Global Navigation Satellite System Real-Time Kinematic (GNSS RTK). Observasi rip current menggunakan pelampung yang dilengkapi GPS Handheld serta pemantauan udara dengan drone. Kontur batimetri pada area Pos 3 dan Pos 5 Pantai Barat Pangandaran memperlihatkan kedalaman maksimal -12 meter dengan karakteristik umum batimetri pada area Pos 3 tergolong landai (2,78%) namun disertai dengan kontur yang tidak rata, seperti terbentuknya sand-bar dan cekungan, pada Pos 5 terdapat 3 kemiringan yang berbeda dari mulai rata (1,358%) menuju miring (7,631%) hingga landai (2,719%), disertai dengan terbentuknya cekungan dan sand-bar. Kecepatan rip current yang terbentuk di Pos 3 sepanjang 45 meter dengan kecepatan 1,30m/s, di Pos 5 sepanjang 306 m dengan kecepatan 0,953 m/s. Rip current di Pos 3 terbentuk didekat cekungan diantara sand-bar dengan perbedaan elevasi ±0,5 meter dan bergerak lurus menjauhi pantai kearah laut lepas. Sedangkan, Rip current pada Pos 5 bergerak dan berbelok ke arah timur Pos 4 lalu berbelok lagi ke arah selatan laut lepas menjauhi pantai melewati cekungan diantara sand-bar. Kata Kunci: Rip current, batimteri, pantai pangandaran, echosounder, GPS tracking