// <![CDATA[ANALISIS KUAT TEKAN PADA BETON BERBASIS SEMEN DAN BETON GEOPOLIMER KONDISI PASCA BAKAR]]> 0410069201 - Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 YASSER GILLAN EMERSON / 222021089 Penulis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kuat tekan beton berbasis semen Portland dan beton geopolimer berbahan dasar fly ash sebelum dan setelah terpapar suhu tinggi simulasi kebakaran. Metode eksperimen melibatkan pembuatan sampel silinder beton (diameter 10 cm, tinggi 20 cm) dengan mutu rencana fc'30 MPa, variasi durasi pembakaran (0, 30, 60, 90, 120 menit), serta pengujian kuat tekan pada umur 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa beton berbasis semen mengalami penurunan kuat tekan rata-rata 15,63% (dari 37,05 MPa menjadi 31,257 MPa) setelah 120 menit pembakaran akibat dekomposisi senyawa kalsium hidroksida dan gangguan proses hidrasi. Sebaliknya, beton geopolimer menunjukkan peningkatan kuat tekan rata-rata 6,76% (dari 29,545 MPa menjadi 31,545 MPa) karena stabilitas struktur aluminosilikat (N-A-S-H) hasil polimerisasi yang tahan suhu tinggi. Simpulan penelitian membuktikan beton geopolimer lebih unggul dalam mempertahankan kinerja struktural pasca kebakaran, sekaligus menawarkan solusi konstruksi berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah fly ash. Kata kunci: Beton geopolimer, beton berbasis seme, kuat tekan pasca bakar, ketahanan api, fly ash, infrastruktur berkelanjutan.