// <![CDATA[PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METODE STONE COLUMN, DEEP MIXING COLUMN, DAN CONTROLLED MODULUS COLUMN DALAM PERBAIKAN TANAH LUNAK JALAN TOL CISUMDAWU SEKSI 6A]]> 0422087303 - Dr. techn Indra Noer Hamdhan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 HELMY NUGRAHA IRAWAN / 222021098 Penulis
Indonesia menghadapi tantangan geoteknik signifikan akibat banyaknya daerah dengan tanah lunak yang memiliki kompresibilitas tinggi dan permeabilitas rendah, Proyek Jalan Tol Cisumdawu Seksi 6A di Sumedang menghadapi kondisi tanah lempung lunak dengan daya dukung rendah yang menimbulkan risiko penurunan tanah signifikan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas tiga metode perbaikan tanah: Stone Column, Deep Mixing Column (DMC), dan Controlled Modulus Column (CMC) dalam meminimalisir penurunan tanah dan mengoptimalkan waktu pelaksanaan. Metodologi penelitian menggunakan pemodelan numerik dengan perangkat lunak PLAXIS 2D pada data titik pengeboran BH-09 yang memiliki ketebalan tanah lunak 10 meter. Analisis dilakukan dengan variasi diameter (0,5 m dan 1,0 m), spasi (1,5D dan 2,0D), dan kedalaman (8 m dan 10 m) untuk ketiga metode perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tanah eksisting mengalami penurunan 0,836 m dalam durasi 4363,49 hari. Stone Column mampu mereduksi durasi penurunan menjadi 95,19–206,51 hari dengan penurunan 0,42–0,63 m. DMC mempersingkat durasi menjadi 59,42–119,51 hari dengan penurunan 0,25–0,39 m. CMC menunjukkan kinerja terbaik dengan durasi 46,12–111,86 hari dan penurunan 0,34–0,56 m. Kesimpulan penelitian menunjukkan CMC sebagai metode paling efektif dengan reduksi penurunan hingga 54,42% dan reduksi waktu 98,94%. Parameter optimal meliputi spasi 1,5D dan kedalaman 10 meter, sedangkan diameter tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas perbaikan tanah. Kata kunci: perbaikan tanah lunak, stone column, deep mixing column, controlled modulus column, PLAXIS 2D