// <![CDATA[PERBANDINGAN PERILAKU STRUKTUR JEMBATAN BOX GIRDER CAST IN SITU DAN PRACETAK PADA FLY OVER PUSDIKPOM KOTA CIMAHI]]> 0410069201 - Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ADEFTA GINDA HEFNANDA / 222021099 Penulis
Jembatan adalah infrastruktur penting dalam transportasi, sehingga inovasi struktur diperlukan untuk meningkatkan kekuatan dan efisiensi desain. Penggunaan beton prategang umum dilakukan karena meningkatkan kekuatan tarik beton dan memungkinkan bentang jembatan lebih panjang. Dalam konstruksi box girder prategang terdapat dua metode utama: pracetak dan cast in situ. Pracetak menawarkan keunggulan kontrol kualitas dan efisiensi waktu konstruksi dengan gangguan lalu lintas minimal, sedangkan cast in situ lebih fleksibel dalam desain meskipun memakan waktu pengerjaan lebih lama. Penelitian ini bertujuan membandingkan perilaku struktur box girder cast in situ dan pracetak, khususnya terkait gaya prategang, lendutan, dan tegangan. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada Fly Over Pusdikpom Kota Cimahi (bentang 25 m). Perhitungan manual dilakukan berdasarkan data PT. Karya Baru Adyapratama, pembebanan mengacu pada SNI 1725:2016, dan analisis struktur dilakukan dengan SAP2000. Hasil utama menunjukkan rasio kapasitas jembatan box girder cast in situ sebesar 1,1138, sedangkan pracetak 0,89 (pracetak < 1). Lendutan akhir masing-masing adalah 9,15 mm (cast in situ) dan 16,9 mm (pracetak), keduanya masih di bawah batas layanan. Kedua metode terbukti memenuhi persyaratan kekuatan dan kelayakan layanan, dengan perbedaan utama pada besarnya gaya prategang dan lendutan akhir. Kata kunci : Jembatan Box Girder, Lendutan, Rasio Kapasitas