PENDEKATAN PEMODELAN SESAR DENGAN MENGGUNAKAN ELEMEN STRUKTUR DISCONTINUITIES DAN MATERIAL MODEL JOINT ROCK DALAM ANALISIS STABILITAS LERENG BATUAN GALIAN MENGGUNAKAN PLAXIS 2D
Indonesia sebagai negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama memiliki risiko tinggi terhadap bencana geologi, termasuk longsor pada lereng batuan. Keberadaan sesar dalam massa batuan dapat menurunkan stabilitas lereng secara signifikan karena berperan sebagai bidang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sesar terhadap stabilitas lereng batuan dengan menggunakan dua pendekatan pemodelan, yaitu Soil Model Hoek-Brown yang dikombinasikan dengan Element Structure Discontinuities dan Soil Model Joint Rock, melalui perangkat lunak Plaxis 2D. Metodologi penelitian melibatkan pengolahan data sekunder dari proyek Tol Probolinggo–Banyuwangi, pemodelan geometri lereng dengan variasi sudut kemiringan sesar (35°, 45°, 50°), serta analisis nilai faktor keamanan dari kedua model yang digunakan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pendekatan Hoek-Brown dengan Element Structure Discontinuities mampu merepresentasikan bidang sesar secara eksplisit, sehingga menghasilkan distribusi tegangan dan deformasi yang lebih detail. Sementara itu, Soil Model Joint Rock menggambarkan massa batuan sebagai media diskontinu secara menyeluruh tanpa bidang sesar eksplisit. Perbandingan nilai faktor keamanan menunjukkan bahwa arah dan sudut sesar secara signifikan mempengaruhi kestabilan lereng dan pilihan model sangat menentukan hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh bahwa nilai faktor keamanan dari pemodelan menggunakan Soil Model Hoek-Brown dengan menambah Element Structure Discontinuities dan Soil Model Joint Rock pada kondisi eksisting sampai dengan galian terdalam telah memenuhi standar keamanan minimum sesuai SNI 8460:2017, yakni Faktor Keamanan (FK) > 1,5. Pada setiap tahapan galian, nilai faktor keamanan bervariasi tergantung pada sudut kemiringan sesarnya. Secara umum, semakin besar atau curam sudut kemiringan sesar, maka nilai faktor keamanan yang diperoleh akan semakin rendah, sedangkan pada kemiringan yang lebih landai dan menjauhi galian, nilai faktor keamanan cenderung lebih tinggi. Persentase rata-rata perbedaan terbesar tercatat pada variasi kemiringan sesar dengan sudut 35° pada galian terdalam yaitu 39,7%, sementara perbedaan terkecil terjadi pada kemiringan sesar 50° yaitu 6,5%. Dengan demikian, seluruh hasil pemodelan menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan yang diperoleh berada dalam batas aman sesuai dengan ketentuan SNI 8460:2017
Detail Information
Citation
APA Style
. (2025).PENDEKATAN PEMODELAN SESAR DENGAN MENGGUNAKAN ELEMEN STRUKTUR DISCONTINUITIES DAN MATERIAL MODEL JOINT ROCK DALAM ANALISIS STABILITAS LERENG BATUAN GALIAN MENGGUNAKAN PLAXIS 2D ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PENDEKATAN PEMODELAN SESAR DENGAN MENGGUNAKAN ELEMEN STRUKTUR DISCONTINUITIES DAN MATERIAL MODEL JOINT ROCK DALAM ANALISIS STABILITAS LERENG BATUAN GALIAN MENGGUNAKAN PLAXIS 2D ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text
MLA Style
.PENDEKATAN PEMODELAN SESAR DENGAN MENGGUNAKAN ELEMEN STRUKTUR DISCONTINUITIES DAN MATERIAL MODEL JOINT ROCK DALAM ANALISIS STABILITAS LERENG BATUAN GALIAN MENGGUNAKAN PLAXIS 2D ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text
Turabian Style
.PENDEKATAN PEMODELAN SESAR DENGAN MENGGUNAKAN ELEMEN STRUKTUR DISCONTINUITIES DAN MATERIAL MODEL JOINT ROCK DALAM ANALISIS STABILITAS LERENG BATUAN GALIAN MENGGUNAKAN PLAXIS 2D ().Teknik Sipil:FTSP,2025.Text