// <![CDATA[INVESTIGASI DISTRIBUSI MEDAN LISTRIK BAGIAN EKSTERNAL PADA BERBAGAI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI BERBASIS FEM]]> 0402016903 - Prof. Dr. Waluyo, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 HILMI WIRDA / 112019052 Penulis
Kerusakan akibat medan listrik berlebih pada transformator distribusi merupakan permasalahan yang umum terjadi dan dapat membahayakan kinerja serta keselamatan sistem. Medan listrik adalah efek dari gaya listrik yang timbul di sekitar muatan listrik. Penelitian ini bertujuan didapatkan penyebaran medan listrik pada berbagai jenis dan kapasitas transformator distribusi, didapatkan perbandingan besar medan listrik tertinggi untuk berbagai jenis dan kapasitas transformator distribusi, dan didapatkan jarak aman pada transformator distribusi yang terbaik berdasarkan penyebaran medan listrik. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi numerik menggunakan perangkat lunak Comsol Multiphysics untuk memodelkan medan listrik pada bagian eksternal transformator distribusi. Simulasi ini memungkinkan visualisasi serta analisis kuantitatif terhadap perubahan medan akibat variasi parameter fisik dan geometris. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dimensi, kapasitas daya, dan kedekatan dengan objek konduktif sangat berpengaruh terhadap intensitas medan listrik. Pada stud bushing yang berdekatan dengan ranting pohon, tidak terjadi fenomena korona karena nilai medan listrik terbesar 5,165 kV/cm masih berada di bawah ambang batas gradien tembus udara sebesar 30 kV/cm. Selain itu, tipe pemasangan transformator turut memengaruhi distribusi medan listrik, di mana tipe portal menghasilkan medan listrik yang lebih rendah dibandingkan tipe cantol. Pada jarak 4,5 meter, medan listrik tertinggi sebesar 11,33 V/m masih jauh di bawah ambang batas WHO sebesar 5000 V/m sehingga medan listrik yang dihasilkan aman terhadap tubuh manusia. Sementara itu, pada jarak 2,5 meter, medan listrik tertinggi sebesar 67,66 V/m tetap berada dalam batas aman, mendukung keberadaan bangunan atau vegetasi seperti pohon di sekitar transformator, sesuai ketentuan jarak aman minimum terhadap saluran udara tegangan menengah (SUTM) menurut PLN, yaitu minimal 2,5 meter.