// <![CDATA[INVESTIGASI ARUS BOCOR ISOLATOR GELAS DALAM KONDISI NORMAL DAN INVERTED TERHADAP PARAMETER LINGKUNGAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS FAKTOR]]> 0402016903 - Prof. Dr. Waluyo, S.T., M.T Dosen Pembimbing 1 ADITIA NUGRAHA / 112019067 Penulis
Pada sistem transmisi tenaga listrik, isolator piring gelas umumnya dipasang dalam posisi normal, di mana tegangan masuk ke bagian bawah isolator. Posisi ini dirancang untuk memastikan jarak merayap optimal, sedangkan pada pemasangan inverted, tegangan masuk diletakkan terbalik dari kondisi normal. Dalam pengoperasiannya, isolator gelas dapat dipasang dengan orientasi vertikal maupun horizontal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik arus bocor dan usia pakai pada 4 buah isolator piring gelas yang dipasang secara posisi normal vertikal, normal horizontal, inverted vertikal dan inverted horizontal terhadap berbagai parameter lingkungan alamiah seperti suhu, kelembapan, sinar ultraviolet, cahaya, curah hujan, dan polutan udara dan pengukuran dilakukan selama 20 hari. Hasil dari penelitian didapat hasil analisis regresi, korelasi, kovarian, peramalan dan analisis faktor terhadap data arus bocor isolator gelas dengan berbagai orientasi, diperoleh bahwa parameter lingkungan seperti suhu dan kelembapan memiliki pengaruh tertinggi dibanding parameter lainnya. Hasil nilai koefisien determinasi (R²) yang umumnya berada di bawah 0,2. Nilai R² tertinggi hanya mencapai 0,296 pada pengaruh suhu isolator terhadap isolator gelas inverted horizontal, sementara sisanya berkisar antara 0,05 hingga 0,2 untuk parameter seperti suhu lingkungan, kelembapan, intensitas cahaya, sinar UV, curah hujan, kecepatan angin, dan polutan udara. Hasil analisis boxplot menunjukkan bahwa arus bocor tertinggi terjadi pada malam hari menjelang dini hari sebesar 382,3 ìA, dan arus bocor terendah terjadi pada siang hari sebesar 328,6. Hasil peramalan menggunakan metode trend didapat isolator piring gelas usia pakai sekitar 34,59 tahun untuk isolator gelas kondisi normal vertikal dan 35,16 tahun pada isolator gelas kondisi inverted vertikal untuk mencapai arus bocor maksimum. Hasil analisis faktor didapat bahwa suhu isolator dan suhu lingkungan berpengaruh paling utama pada factor 1 dengan nilai tertinggi -0,755, hal itu berarti variabel suhu atau temperatur sangat dominan dalam membentuk faktor tersebut. Pada rotated factor koefisien isolator gelas normal vertikal mendapat nilai varians tertinggi yaitu 60,4%.