ANALISIS KINERJA ISOLATOR HDPE (VERTIKAL DAN HORIZONTAL), EPOXY RESIN, DAN PIRING GLASS TERHADAP LINGKUNGAN ALAMIAH DENGAN METODE DES DAN ARIMA
Isolator HDPE memiliki keunggulan utama yaitu kekuatan dielektrik tinggi, ketahanan kimia dan termal, serta sifat mekanik yang baik, menjadikannya pilihan unggul untuk aplikasi isolasi listrik tegangan tinggi, orientasi memengaruhi penuaan dan kinerja permukaan. Isolator HDPE pada posisi vertikal umumnya mempertahankan sifat hidrofobisitas yang lebih baik dan mengalami degradasi permukaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan isolator pada posisi horizontal. Hal ini disebabkan oleh faktor lingkungan yang lebih efektif membersihkan kontaminan dari permukaan vertikal, sehingga mengurangi risiko kebocoran permukaan dan memperpanjang masa pakai. Sebaliknya, isolator horizontal dapat kehilangan sifat hidrofobisitasnya lebih cepat karena pembersihan mandiri yang kurang efisien, yang menyebabkan peningkatan kontaminasi permukaan dan potensi penurunan kinerja, isolator piring glass memiliki ketahanan sangat baik terhadap korosi sehingga cocok untuk lingkungan luar ruangan yang ekstrem,kekuatan mekanik tinggi dan tahan terhadap benturan, serta kerusakan pada isolator kaca mudah dideteksi secara visual karena sifat transparannya, sehingga memudahkan inspeksi dan pemeliharaan, dan tidak mengalami degradasi signifikan akibat paparan sinar UV atau cuaca, sehingga umur pakainya relatif panjang, dan isolator epoxy resin lebih ringan dibanding kaca, serta dapat dibentuk sesuai kebutuhan desain, komposit epoxy resin cenderung lebih tahan terhadap retak dan fraktur akibat beban kejut atau getaran, dapat mempertahankan performa listrik dan mekanik meski pada kondisi lembab. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan perbandingan arus bocor isolator HDPE vertikal, HDPE horizontal, epoxy resin, dan piring glass terhadap parameter lingkungan alamiah. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa koefisien determinasi regresi eksponensial (R²) untuk seluruh parameter rata-rata berada di bawah 0,2, di mana nilai tertinggi terjadi pada isolator HDPE vertikal sebesar 0,2127 terhadap kelembapan. Hasil analisis boxplot menunjukan bahwa isolator piring glass memiliki rata – rata arus bocor tertinggi sebesar 29,39 μA, isolator epoxy resin sebesar 19,25 μA, isolator HDPE vertikal sebesar 24,1 μA, isolator HDPE vertikal sebesar 22,35 μA. Berdasarkan hasil peramalan mengggunakan metode ARIMA dan Double exponential Smoothing masa pakai isolator piring glass berkisar antara 31 tahun, untuk epoxy resin 9-14 tahun, untuk HDPE horizontal 12-13 tahun, untuk HDPE vertikal dan 13-14 tahun.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2025).ANALISIS KINERJA ISOLATOR HDPE (VERTIKAL DAN HORIZONTAL), EPOXY RESIN, DAN PIRING GLASS TERHADAP LINGKUNGAN ALAMIAH DENGAN METODE DES DAN ARIMA ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.ANALISIS KINERJA ISOLATOR HDPE (VERTIKAL DAN HORIZONTAL), EPOXY RESIN, DAN PIRING GLASS TERHADAP LINGKUNGAN ALAMIAH DENGAN METODE DES DAN ARIMA ().Teknik Elektro:FTI,2025.Text
MLA Style
.ANALISIS KINERJA ISOLATOR HDPE (VERTIKAL DAN HORIZONTAL), EPOXY RESIN, DAN PIRING GLASS TERHADAP LINGKUNGAN ALAMIAH DENGAN METODE DES DAN ARIMA ().Teknik Elektro:FTI,2025.Text
Turabian Style
.ANALISIS KINERJA ISOLATOR HDPE (VERTIKAL DAN HORIZONTAL), EPOXY RESIN, DAN PIRING GLASS TERHADAP LINGKUNGAN ALAMIAH DENGAN METODE DES DAN ARIMA ().Teknik Elektro:FTI,2025.Text